Zakiya Gania Datang dari Riau, Dapat Inspirasi dari Searching Internet

Dari ratusan peserta Kemah Sastra Nasional (KSN), Zakiya Gania tergolong peserta pale muda. Pelajar berusia 14 tahun itu datang jauh-jauh dari Sungai Guntung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau ke Banyuwangi hanya untuk mengikuti KSN.

DEDY JUMHARDIYANTO, Licin

Alunan gamelan musik tradisional Banyuwangi terdengar lirih. Ratusan peserta kemah sastra mulai berjubel di locus pembukaan Festival Sastra yang dilaksanakan di Jiwa Java Resort, Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Ratusan peserta itu hadir tidak hanya dari Banyuwangi. Melainkan datang dari berbagai penjuru negeri. Ada juga peserta dari Malaysia dan Singapura.

Di antara ratusan peserta itu ada salah satu peserta termuda yang datang jauh-jauh dari Sungai Guntung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau. Dia adalah Zakiya Gania. Pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ikhlas itu berangkat bersama tiga teman lainnya, yakni Kunni, 44, Bang Tata, 17, dan Gober, 31.

Mereka berempat sepakat untuk datang mengikuti KSN  setelah mendapat kabar dan informasi dari Community Pena Terbang (Competer).

Kiya – panggilan akrab Zakiya Gania – memutuskan untuk berangkat ke Banyuwangi setelah sebelumnya  mengikuti penulisan karya lomba cipta puisi yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Banyuwangi mulai 16 Februari 2018 hingga 10 Maret 2018.  “Saya dapat info dari Competer langsung ikut lomba cipta puisi dan Alhamdulillah lolos,” ungkapnya.

 

Puisi  berjudul “Lelaki Tua dan Lembah Ijen”. Dalam puisi yang ditulisnya sendiri dari palm phone android tersebut, Kiya membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama. Meski sama sekali belum pernah ke Banyuwangi, Kiya mengaku tidak kerepotan. Dia terlebih dulu mencari tahu dengan cara acid melalui internet.

Setelah membaca beberapa referensi tentang Banyuwangi, barulah dia mendapatkan imajinasi tentang Banyuwangi. Sejurus kemudian, dia lantas mulai menulis puisi berjudul “Lelaki Tua dan Lembah Ijen” dengan imajinasi dan seluruh kemampuannya.

Sungguh di luar dugaan. Karya puisinya lolos kurasi. Padahal, dari 420 peserta lomba cipta puisi, hanya tersisa 109 karya puisi saja yang lolos dan dimasukkan dalam buku Antologi Puisi Menggandrungi Banyuwangi.

“Saya bangga dan senang. Puisi saya lolos kurasi dan dibukukan dalam Antologi Puisi Menggandrungi Banyuwangi. Karya ini kali kedua setelah sebelumnya saya menulis puisi dalam acara Kemah Sastra di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara dan hasilnya gagal,” ujar putri sulung M. Saleh dan Nursabah ini.

Setelah mengetahui jika puisinya lolos kurasi, keinginan untuk menghadiri acara kemah sastra semakin kuat. Ditambah, ada sejumlah sastrawan dan penyair-penyair kaliber nasional datang dalam acara kemah sastra itu. Sebut saja, Presiden Penyair Indonesia Sutardji Colzoum Bachri, D. Zawawi Imron, Garin Nugroho Riyanto, Wayan Jengki Sunarta, Ahmadun Yosi Herfanda, dan Hasan Aspahani.

Keinginan untuk berangkat ke Bumi Blambangan akhirnya terkabul. Bersama tiga rekan yang juga berasal dari Provinsi Riau. Kiya berangkat dengan naik pesawat dari Riau pukul 16.00 menuju Bandara Juanda Surabaya.
Baru mendarat dan tiba di Surabaya pada pukul 19.30.

Setelah beristirahat sejenak di sekitar bandara, empat orang itu  menempuh perjalanan darat dari Surabaya menuju Banyuwangi dengan naik kendaraan travel. “Kami langsung turun di warung Kemangi, Desa Kemiren,” katanya.

Kiya merupakan orang baru pecinta sastra Indonesia. Maklum saja usianya baru menginjak 14 tahun. Namun semangat, niat, dan tekadnya sangat kuat. Sulung dua bersaudara ini akhirnya datang untuk menimba ilmu sastra langsung dari sang empunya meski harus menempuh perjalanan yang cukup melelahkan.

“Saya bangga bisa hadir di kemah sastra di Banyuwangi. Ini pengalaman kali kedua dan semoga banyak mendapatkan bekal ilmu sepulang dari sini,” tandas dara yang akan melanjutkan sekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Pekanbaru tersebut. (aif)

More banyuwangAi ...

  • Tiga Presiden Hadir di KemirenTiga Presiden Hadir di Kemiren GLAGAH – Sejumlah penyair top Indonesia, Malaysia, dan peserta Kemah Sastra Nasional (KSN) menikmati suasana malam di Sanggar Genjah Arum, Desa Wisata Oseng Kemiren, Glagah, Sabtu malam […]
  • Baca Puisi Desaku, Bupati Anas Duet dengan Zawawi ImronBaca Puisi Desaku, Bupati Anas Duet dengan Zawawi Imron LICIN –  Sejumlah sastrawan papan atas berkumpul di Jiwa Jawa Resort, Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Mereka hadir untuk mengikuti Kemah Sastra Nasional (KSN). Bukan hanya sastrawan […]
  • Dekati Deadline, Peserta Dimbau Serahkan FotoDekati Deadline, Peserta Dimbau Serahkan Foto Di antaranya terkait kelengkapan foto seperti tertuang dalam kesepakatan dalam technical meeting lalu. ”Identitas peserta dan semua yang wajib dilengkapi harus dilampirkan,” tegas Ketua […]