Yusuf Nuris Tutup Usia

Karena permintaannya itu, Gus Yus oleh keluarga dibawa pulang dengan te­tap diberi oksigen. Tapi pada Selasa pagi (3/7), kondisinya kembali dump dan lemah. Melihat kondisinya yang lemah itu, oleh ke­luarga langsung dibawa ke RSUD Blambangan. Tapi belum sampai di rumah sakit milik Pemkab Ba­nyuwangi itu, putra sulung al­marhum Prof. Dr. KH Nur Iskandar Al Bar­sani itu meninggal. “Meninggal saat menuju ke Ba­nyu­wangi, setiba di RSUD Blam­bangan dan dicek sudah meninggal,” ungkapnya.

Setelah sempat diperiksa di RSUD Blam­bangan, jenazah Gus Yus dikirim ke rumah duka di Dusun Krajan, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar. Gus Yus dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Mbrasan, Desa Wringin Putih.

Sebelum dimakamkan, ribuan petakziah ikut menyalati di mu­salah dekat rumah duka dan di masjid dalam kompleks Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Mbra­san. “Gus Yus itu orang yang sangat baik dan sosialnya tinggi, kita semua kehilangan,” katanya.

Gus Yus meninggalkan satu istri, Faiqotul Himah, dan empat putra, Qotrul Nada, Ibrahim, Sakila, dan Aisyatul Humairoh. “Tidak ada fira­sat apa-apa, pesannya itu untuk selalu mengembangkan pesan­tren­­nya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Ba­nyuwangi, KH Ali Makki Zaini mengatakan Gus Yus itu sosok orang yang alim. Beliau itu salah satu tokoh kiai muda yang sangat potensial. “Kita sangat kehilangan sosok beliau,” cetusnya.

Menurut Gus Makki, Gus Yus itu salah satu orang yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Se­lain ahli dalam kitab kuning, juga memiliki kelebihan dalam pemi­kiran Islam. “Gus Yus itu soal Islam dan ke-Isla­man sangat luar biasa, kami di PCNU Ba­nyu­wangi benar-benar merasa kehilangan,” ungkapnya.

Gus Yus yang kini menjadi Wakil Rais Syuriah PCNU itu selama ini aktif dalam kegiatan NU. “Pemi­kiran-pemikirannya luar biasa, kita banyak menerapkan apa yang beliau sampaikan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

 

Gus Makki berharap kepada semua warga NU yang tidak sem­pat takziah, untuk melak­sanakan salat goib. “Saya ingin semua warga NU yang tidak bisa takziah untuk salat goib saja di rumah atau masjid,” pungkasnya.

Meninggalnya Gus Yus tidak hanya membuat warga NU ber­duka. Tapi, juga warga semua. Ri­buan petakziah sejak pagi tam­pak berdatangan di rumah duka dan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Mbrasan, Desa Wringin­pu­tih, Kecamatan Mun­car.

(bw/rio/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Ini Tempat Salat Idul Fitri di Daerah BanyuwangiIni Tempat Salat Idul Fitri di Daerah Banyuwangi Salat Idul Fitri di Mana?- Masjid Agung Baiturrahma- BanyuwangiImam: H. Juwaini /Khotib: KH Jaiz Badri Masduki- Masjid Besar Baiturrohiem RogojampiImam da- Khatib: Habib Mukhsi- Bi- Alwi […]
  • Dawuh Kiai hingga Isyarat IstikharahDawuh Kiai hingga Isyarat Istikharah         Pak Imam Utomo adalah tokoh penting Jawa Timur. Ia pernah menjabat Panglima Kodam Brawijaya. Sejak berhenti menjadi gubernur, Pak Imam jarang muncul ke publik. Tapi, siang itu, ia […]
  • Takdir yang Membawa ke Jawa TimurTakdir yang Membawa ke Jawa Timur Tiba di Jakarta, Puti Guntur langsung dibawa ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar. ”Saat itu saya diberitahu Ibu Ketua Umum, diberi mandat ke […]