Wesel TKI Menurun 2.000 Transaksi

BANYUWANGI- Jasa penarikan wesel pos di Kantor Pos Banyuwangi mengalami penurunan. Selama periode bulan Ramadan, penarikan wesel pos diprediksi turun hingga 2.000 transaksi.

Manager Penjualan dan Pengembangan Outlet Kantor Pos Banyuwangi, Sandi Yuda Nugraha mengakui, wesel Western Union pale banyak digunakan kalangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Banyuwangi dari tahun ke tahun. Penarikan dana pada periode normal di Kantor Pos pada tahun 2017 berada pada kisaran angka 9.000 transaksi hingga 10.000 transaksi per bulan. Ribuan transaksi itu memiliki omzet rata-rata antara Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar. “Transaksi memang lebih banyak dari TKI. Utamanya dari penarikan, karena lebih banyak yang mencairkan,’’ jelasnya.

Menurut Sandi, khusus pengiriman wesel hanya mencapai 1.000 transaksi sampai dengan 2.000 transaksi per bulan. Omzet wesel selama sebulan rata-rata senilai Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. ‘’Tapi untuk sum penarikan bisa mencapai 9.000 transaksi sampai 10.000 transaksi, dengan nilai Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar,” tegas manajer berusia 27 tahun itu.

Dia menambahkan, pada tahun 2018, dalam kurun waktu Januari sampai awal Juni, transaksi penarikan di Kantor Pos hanya berkisar antara 7.000 transaksi sampai 8.000 transaksi. Penurunan yang terjadi sebanyak 1.000 sampai 2.000 transaksi.

Menurut Sandi, penurunan transaksi ini karena ada regulasi baru yang mewajibkan TKI  melakukan transaksi melalui rekening. Sehingga sebagian TKI berpindah ke send dana perbankan. “Transaksi wesel TKI menurun dari tahun lalu. Turunnya mulai 1.000 hingga 2.000 transaksi. Ini imbas dari kebijakan rekeningisasi untuk para TKI. Pemerintah memang sudah memberlakukan peraturan agar transaksi TKI lewat rekening, jadi banyak yang pindah ke perbankan,” tuturnya.

Meski jumlah transaksi mengalami penurunan dari tahun lalu, namun transaksi Wesel Pos selama Ramadan cukup ramai. Pencairan wesel khusus pada bulan Ramadan kali ini diprediksi bakal menembus angka Rp 25 miliar. “Ramadan cukup ramai. Pada hari-hari biasa pale ramai di hari Senin sampai Kamis. Sedangkan transaksi pada hari Jumat sampai Minggu biasanya relatif sepi. Tapi kalau Ramadan, mulai Senin sampai Minggu ramai terus. Mulai pertengahan Mei sampai awal Juni ini, transaksi sudah Rp 23 miliar sampai Rp 25 miliar,” ujar Sandi.

Sandi membenarkan jika masih banyak TKI yang menggunakan wesel pos. Karena Kantor Pos bisa menjangkau wilayah hingga pelosok. “Yang masih menggunakan wesel pos umumnya yang tidak punya rekening bank. Rekening itu ada cakupan wilayahnya, tidak bisa sampai ke pelosok. Sedangkan kantor pos bisa menjangkau wilayah pelosok sekalipun,” pungkasnya.(mg1/bay)

 

More banyuwangAi ...

  • BNI Bagi 250 Bingkisan RamadanBNI Bagi 250 Bingkisan Ramadan Dikatakan, program DigiCare BNI ini dilaksanakan di 17 wilayah yaitu dengan memberikan bing­kisan Ramadan bagi masyarakat kurang mampu dengan total 7.200 paket senilai @Rp 200.000 […]
  • Mudah Ditanam, Sebulan Omzet Tembus Rp 15 jutaMudah Ditanam, Sebulan Omzet Tembus Rp 15 juta Nama buah tin (Ficus carica) mungkin sudah banyak dikenal orang. Tapi kalau ditanya tentang rasa dan bentuk fisiknya sepertinya belum semua tahu. Padahal di Banyuwangi sendiri ada […]
  • Berburu Aneka Takjil di Jalan Letjen SutoyoBerburu Aneka Takjil di Jalan Letjen Sutoyo ”Di daerah rumah saya gak ada yang jual kayak gini. Ini sambil beli buat lauk buka puasa ya sekaligus ingin jalan-jalan, ngabuburit,” ungkap Vina, 37, pembeli takjil Ramadan. Harga […]