Warga Temukan Ratusan Koin Kuno

JawaPos.com – Penemuan benda kuno kembali terjadi. Kali ini seorang petani yang tinggal di RT 2 RW 2 Dusun Sumberan, Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat,  Mastur, 40, menemukan ratusan koin kuno di ladang yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Saat ditemukan, kondisi logam pada koin tersebut sudah berkarat. Koin yang berlubang di bagian tengahnya dan bertulis huruf Tiongkok tersebut berada di permukaan tanah.

Kepada koran ini, ayah dua anak ini mengaku tidak sengaja menemukan koin saat berada di ladang. Saat itu beberapa koin sudah terlihat menyembul di tanah. “Saya tidak menggali, sudah kelihatan,” terangnya.

Dia mengungkapkan, sebelumnya kejadian serupa juga pernah dia alami sekitar 10 tahun lalu. Saat itu, uang logam tersimpan di dalam guci. Namun, sat ini barang tersebut sudah tidak ada karena diambil orang. Saat ini, koin yang dia miliki sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Dia berharap dengan disimpan pihak kepolisian, barang tersebut menjadi aman. Dan, apabila memiliki nilai dia berharap mendapatkan bagian.

Selain dirinya, warga lain diketahui juga memiliki barang serupa. Yakni Warudin, warga Dusun Sempu, Desa Gombolirang Kecamatan Kabat. ”Di saudara saya juga ada,” ucapnya.

Sementara itu, mengenai penemuan dan jenis koin yang ditemukan, salah satu anggota Tim Ahli Purbakala Banyuwangi, Bonavita Budi Wijayanto menjelaskan, bahwa jika dilihat secara sekilas dari bentuknya, diperkirakan koin tersebut berasal dari epoch Dinasti Song abad 10 – 12 Masehi atau Dinasti Ming pada rentang waktu abad 13-17 Masehi. Koin kuno itu memang banyak beredar di Pulau Jawa dan secara umum digunakan sebagai alat tukar oleh masyarakat lokal pada zaman kerajaan di Blambangan. “Koin tersebut banyak dimiliki dan digunakan sebagai alat tukar di zaman kerajaan. Pada koin-koin itu terdapat tulisan Tiongkok yang menyebutkan nilai tukar,” terangnya.

Meski usianya terbilang tua, namun karena keberadaannya sangat banyak ditemukan, maka uang tersebut tidaklah langka. “Memang usianya tua, tapi karena jumlahnya sangatlah banyak dan masih sering ditemukan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kapolsek Kabat AKP Supriyadi melalui Kanit Reksrim Polsek Kabat Ipda Putu Ardana, menyebutkan tindakan yang dilakukan polisi sesuai dengan UU 11 tahun 2010 tentang benda cagar budaya. Sehingga polisi berkewajiban mengamankan untuk tujuan pelestarian dan kepentingan lain seperti pendidikan atau untuk disimpan di museum. “Ya sesuai undang-undang kita amankan,” terangnya.

Terkait jika benda tersebut memiliki nilai komersial, maka tidak menutup kemungkinan penemu akan mendapatkan ganti rugi. “Jika memang bernilai penemu bisa dapat kompensasi. Tenang saja,” ucapnya.

More banyuwangAi ...

  • Agus Tarmidi Didakwa Penipuan dan PemerasanAgus Tarmidi Didakwa Penipuan dan Pemerasan Awalnya, terdakwa pernah meminta sejumlah uang kepada saksi Endri Pujianto, sekitar dua hari setelah dilakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) dugaan pelanggaran Pendaftaran Tanah Sistematis […]
  • Pengedar Pil Koplo Menangis di Pangkuan IbuPengedar Pil Koplo Menangis di Pangkuan Ibu         Menurut Kapolsek, tersangka ditangkap sedang mengedarkan pil koplo di poskamling jalan simpang tiga Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Di tempat itu, dia akan […]
  • Gerebek Pengepul Tuak di MuncarGerebek Pengepul Tuak di Muncar         Gencarnya operasi bersandi Tumpas Narkoba 2018 yang dimulai 13-24 April tersebut membuahkan hasil yang menggembirakan. Hasil pengungkapan kasus tersebut menempatkan Polres […]