Warga Muncar Banyuwangi Resah Rakom Ilegal

Banyuwangi (beritajatim.com) – Maraknya radio komunitas tak berijin di Banyuwangi membuat sejumlah warga resah. Karena keberadaan radio tersebut sering mengundang kondisi tak nyaman di lingkungan sekitar.

Para penggemar radio sering melakukan aktivitas di luar batas waktu dan mengganggu ketentraman.

Syamsul salah satu warga Dusun Dusun Krajan, RT 02 RW 11, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, mengatakan selama berdirinya radio BKMC FM di dekat rumahnya membuat sebagian warga resah.

“Ini sudah melewati batas dan tempat itu sering dijadikan ajang tempat karaoke hingga larut malam,” katanya, Rabu (1/6/16)

Tidak hanya itu, kata Samsul, radio itu juga ditengarai sebagai tempat berkumpulnya lelaki dan perempuan tanpa pengawasan, sehingga sangat rawan dijadikan tempat ajang perselingkuhan termasuk tempat minum-minuman keras.

“Kami sering mendengarkan di udara sambil karaoke omongannya sering ngelantur dan tidak sopan, kalau didengarkan anak-anak sangat tidak pantas,” terangnya

Hingga kini laporan tidak menyenangkan mengenai keberadaan radio itu sudah mulai bermunculan. Rata-rata mereka mengecam dan menolak rakom itu beroperasi. Bahkan warga sengaja memampang sepanduk di tengah jalan desa sebagai wujud penolakan.

 

“Kami Dusun Krajan RT 01 dan RT 02 RW 11, Desa Tembokrejo telah membubuhkan tanda tangan dan mengirimkan surat kepada Kepala Dusun Krajan, Kepala Desa Tembokrejo, dan Camat Muncar sebagai bentuk penolakan,” jelasnya

Warga juga akan mengirimkan surat keluhuan tersebut langsung kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, dan Balai Monitoring Frequensi Surabaya dan ditembuskan kepada Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika ( Dishubkominfo) Banyuwangi.

“Kami ingin pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan menertibkan keberadaan radio komunitas yang meresahkan. Apalagi juga belum jelas legalitasnya,” jelas Samsul Hadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Banyuwangi Dra. Nunuk Sri Rahayu menyatakan akan menindak tegas keberadaan radio komunitas (rakom) tersebut.

“Kita akan sosialisasi, mereka yang tetap beroperasi akan kita tindak dan lakukan penutupan paksa,” katanya singkat. [rin/ted]

More banyuwangAi ...