Warga Minta Tunda Penutupan Warem Kotakan

Budiono,48, warga setempat mengatakan, langkah penutupan harus diperjelas dulu agar tidak berdampak terhadap usaha yang mereka jalani selama ini. Pemerintah Desa Kotakan agar memberikan waktu kepada pemilik warung untuk mempersiapkan jenis usaha baru. “Mewakili warga yang lain, saya sangat setuju. Tetapi saya meminta penundaan,” katanya.

Dia menambahkan, warga yang membuka usaha di pinggir jalan raya Desa Kotakan banyak yang masih memiliki tanggungan kontrak warung maupun rumah. Jika ditutup begitu saja, sama saja dengan mematikan perekonomian mereka. “Intinya, ada kejelasan dulu tentang usaha pengganti. Ini penting karena menyangkut nafkah sehari-hari,” kata Budiono.  

Masalah ketegasan dalam menutup usaha prostitusi, Budiono mengaku, seluruh warga sangat setuju. Bila perlu, tidak hanya warem yang dilarang beroperasi. “Kalau bisa lokalisasi Gunung Sampan juga ditutup,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kotakan, Suriwan mengatakan, terkait usaha baru pemilik warung, akan dirembug bersama dengan lembaga desa yang lain. Kata dia, pemerintah desa juga akan berupaya maksimal untuk membantu modal usaha mereka.

Dia menambahkan, masalah jenis usaha, itu tergantung kepada pemilik warung. Yang penting, usahanya murni berjualan. Tidak menyediakan bisnis prostitusi. “Entah mau jualan es, dan lain sebagainya,” ujar Suriwan.

Menurutnya, pihaknya juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah. Sebab, bagaimanapun juga, pemerintah desa tidak akan bisa bekerja sendirian dalam menutup waruung yang diduga menyediakan wanita penghibur itu.

Suriwan menjelaskan, penutupan tersebut bukan penggusuran. Akan tetapi hanya menghentikan dugaan praktik prostitusi di warung-warung yang ada di pinggir jalan raya di di desanya. “Ini juga sebagai bentuk dukungan kami dalam menyambut kunjungan wisata 2019,” katanya.

 

Karena itu, pemdes berencana menjadikan bekas bangunan warung tersebut sebagai destinasi wisata buah. Di sana nanti akan ditanami aneka buah-buahan. Salah satunya, buah sirsak. (bib/pri)

(bw/bib/ics/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Kebutuhan Telur Tinggi, Produksi RendahKebutuhan Telur Tinggi, Produksi Rendah JawaPos.com - Kebutuhan pasar telur ayam buras di Situbondo masih cukup tinggi. Sayangnya, produksinya malah rendah. Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mau tidak mau harus […]
  • Dinsos Tegaskan Mekanisme Sudah BenarDinsos Tegaskan Mekanisme Sudah Benar Untuk pembagian rastra kali ini, terang dia, Kemensos RI sudah menurunkan Surat Keputusan (SK) tertanggal Mei dan November 2017. Data itu sudah dikirim ulang ke pemerintah  desa untuk […]
  • Mbah Temon Akhirnya DievakuasiMbah Temon Akhirnya Dievakuasi “Airnya tetap belum surut, saya masih tinggal di rumah saudara,” katanya. Mbah Temon pada Jawa Pos Radar Genteng menyampaikan kamar dan tempat tidurnya seka­rang lebih nyaman disbanding […]