Warga Banyuwangi Marak Lakukan Arisan Jamban




Rimanews – Tim Panel Inovasi Pelayanan Publik Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengapresiasi arisan jamban yang dilakukan oleh warga di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

“Inovasi ini memang istimewa. Idenya tidak dari atas, tetapi dari bawah dan melibatkan banyak pihak, mulai masyarakat, aparat desa, instansi lainnya ikut andil dalam gerakan ini,” kata Deputi Menpan RB Bidang Pelayanan Publik Mirawati Sudjono sebagaimana keterangan pers Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Banyuwangi, Senin (21/03/2016).

Arisan jamban sendiri merupakan bagian dari module inovasi “Pergunakan Jamban Sehat, Rakyat Aman” atau Pujasera yang dilaksanakan oleh Puskesmas Tampo, Banyuwangi. Pujasera telah masuk dalam nominator inovasi layanan publik terbaik nasional pada tahun 2016 yang kini penilaiannya memasuki tahap akhir.

Menurut Mirawati, yang cukup istimewa dari Pujasera di Banyuwangi ini adalah sangat mudah dipalikasikan sehingga bisa dicontoh oleh daerah lain.

Sementara itu, anggota row tim Kemepan RB Eko Prasodjo, menyatakan optimismenya bahwa module ini bisa lolos pada uji layanan publik.

Menurut Wakil Menpan RB 2011–2013 ini, inovasi tersebut mempunyai dampak yang luar biasa terhadap indikator kesehatan, termasuk adanya rasa kepemilikan masyarakat sehingga module itu dianggap sebagai kebutuhan oleh masyarakat.

 

Selain itu, lanjut dia, dalam merombak pola pikir masyarakat sosialisasi module ini diselaraskan dengan budaya setempat dan sangat bisa direplika di seluruh wilayah di Banyuwangi.

“Banyuwangi ini banyak punya inovasi publik, seperti module Lahir Procot Pulang Bawa Akta. Setiap inovasi yang diluncurkan selalu ada tujuan jangka panjangnya. Saran saya, sustainability seperti in harus tetap dijaga,” ujar akademisi di Universitas Indonesia ini.

More banyuwangAi ...