Usai Annual IMF-WB, Banyuwangi Dapat Hibah Alat TI Senilai Rp 1,7 Miliar Dari Kemenkeu

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi menerima hibah peralatan teknologi informasi (TI) dari Kementerian Keuangan. Peralatan tersebut sebelumnya digunakan dalam pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) yang berlangsung 8-14 Oktober lalu di Bali.

Dalam pertemuan itu, Banyuwangi menjadi daerah penyangga Bali. Hibah tersebut diserahkan Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Hadiyanto, kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang disaksikan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Aula Gedung Keuangan Negara, Denpasar, Bali Kamis (25/10).

Sri Mulyani berharap, peralatan TI tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi, terutama untuk menunjang pelaksanaan pelayanan publik dan pendidikan. “Ini salah satu bentuk terima kasih pemerintah pusat atas dukungan Banyuwangi,” kata Sri Mulyani.

Peralatan teknologi berupa laptop dan printer tersebut merupakan hasil pengadaan pemerintah pusat pada Agustus 2018 lalu untuk keperluan pertemuan tahunan internasional yang diikut lebih dari 17.000 delegasi seluruh dunia itu.

“Ini hanya digunakan selama satu minggu saja selama pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018. Jadi masih terhitung baru,” kata SMI.

Semua perangkat yang diserahkan ke Banyuwangi memiliki spesfifikasi tinggi. Laptop yang dihibahkan memiliki spesifikasi 17 RAM 8GB, ROM 1 TB, Windows 10 Pro, Microsoft Office, shade 15.6 inch, embody antivirus Kaspersky and rodent Logitech) dan printer HP Laserjet M102A. Total ada 100 laptop dan 50 printer yang dihibahkan senilai Rp1,7 miliar.

“Harapan kami akan digunakan oleh tangan-tangan kreatif sehingga memunculkan kreator-kreator yang hebat dari alat ini,” kata Sri Mulyani.

 

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang terus mendukung Banyuwangi. “Setelah infrastruktur pariwisata kami dibenahi, kini pusat memberi kami bantuan peranti teknologi yang sangat berkualitas,” kata Anas.

Anas mengatakan, pihaknya akan menempatkan perangkat tersebut ke sekolah-sekolah di pedesaan, terutama yang secara georafis terletak jauh dari pusat kota. Selain itu, juga ke pesantren dan rumah kreatif untuk membantu pemasaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Sehingga bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama untuk meningkatkan daya saing pelajar di tingkat desa, para santri, serta UMKM,” pungkas Anas. 

More banyuwangAi ...

  • Ke Banyuwangi, Sri Mulyani Borong Pisang Sale hingga KaosKe Banyuwangi, Sri Mulyani Borong Pisang Sale hingga Kaos Banyuwangi - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memborong oleh-oleh khas Banyuwangi usai membuka seminar internasional untuk menyambut International Monetary Fund […]
  • Schools get laptops, printers used at IMF-WBG meetingsSchools get laptops, printers used at IMF-WBG meetings Schools in Bali, West Nusa Tenggara and Banyuwangi in East Java will get hundreds of secondhand laptops and printers that were used during the International Monetary Fund and World Bank […]
  • Buka Lagi Flight BWI-BaliBuka Lagi Flight BWI-Bali JawaPos.com – Perhelatan International Monetary Fund (IMF)-World Bank (WB) Annual Meeting 2018 di Bali membawa sejumlah dampak positif bagi Banyuwangi. Salah satunya, pengoperasian […]