Usaha Pembuat Lemari Kayu Lesu

Menurut Bakar dalam sepekan rata-rata berhasil menjual lima section lemari. Untuk satu section lemari berbahan kayu jati, biasanya dijual dengan harga Rp 1,5 juta hingga Rp 3,5 juta. “Tidak tahu karena apa kok tiba-tiba minim orderan seperti sekarang. Kalu tahun lalu menjelang puasa itu dalam seminggu bisa jual 20 lemari,” ungkapnya.

Lesunya penjualan seat tersebut, terang Abu Bakar, tidak lantas mengurangi jumlah pem­buatan. Saat ini dia melayani pembeli dari Kecamatan Genteng saja. Untuk satu almari ukuran sedang, diselesaikan dalam waktu dua hari. “Pangsa pasar produk fur­niture kita kelas menengah ke bawah, terutama para petani. Karena harganya terjangkau dan kualitasnya bagus,” terangnya.

Bisnis seat itu seperti usaha kecil lainnya, mengalami pasang surut. Dalam penjualan menye­suaikan dengan tren permintaan pasar yang terkadang meningkat dan kadang turun. Untuk menyi­asati itu, strategi penjualan dititip­kan ke sejumlah toko furniture. “Kalau tidak dititipkan di toko mana bisa laku, soalnya sekarang lemari berbahan kayu lunak lebih praktis dan banyak dicari pembeli ketimbang lemari kayu yang berat,” tandasnya.

(bw/kri/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Banjir, Barang Bekas Makin DiminatiBanjir, Barang Bekas Makin Diminati Kipas angin, kulkas, televisi, dan barang elektronik lainnya laris manis diborong oleh pembeli yang kebanyakan para korban banjir. Beberapa pembeli sengaja mencari barang bekas karena […]
  • Jajan Curah Penuhi Pasar GentengJajan Curah Penuhi Pasar Genteng Untuk harga snack curah, Bingbin menyebut bervariasi antara Rp 15 ribu per kilogram hingga Rp 60 ribu per kilogram. Makanannya ini, ditanggung tidak menggunakan pewarna. “Untuk membedakan […]
  • Harga Daging Ayam Potong NaikHarga Daging Ayam Potong Naik Hal senada juga diungkapkan, Sundari, pedagang ayam potong di pasar Srono itu menyebut harga ayam potong naik sejak lima hari lalu. Naiknya harga ayam potong itu, masih belum berpengaruh […]