Ultah Kelenteng, Umat Konghucu di Banyuwangi Berdoa untuk Indonesia

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Ribuan umat Konghucu berdoa untuk keselamatan Indonesia pada puncak perayaan ulang tahun bertahtanya Yang Mulia Kongco Tan Hu Cin Jin 101 di Tik Liong Tian, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (7/12/2016) malam.

Ribuan umat yang datang berasal dari Jawa, Bali dan Lombok dan berdoa di upacara sembayang sujud bhakti yang digelar setiap setahun sekali.

“Untuk tahun ini kami fokuskan berdoa untuk Indonesia dan pemimpin-pemimpinnya agar diberi kekuatan, kedamaian dan terus bisa menjaga persatuan karena beberapa minggu terakhir keadaan Indonesia sedang panas dan bergejolak,” kata Yanur Hariono, ketua panitia kegiatan kepada Kompas.com.

Selain menggelar doa bersama, mereka juga menggelar bakti sosial pemberian sembako untuk masyarakat yang tidak mampu serta “nanggap” wayang kulit semalam suntuk di halaman kelenteng yang sudah ada sejak tahun 1915.

Pada malam puncak perayaan, juga ditampilkan tari kolosal Puputan Bayu yang menceritakan perjuangan rakyat Blambangan mengusir penjajah. “Ini adalah wujud saling menghargai dan menunjukkan keberagaman yang ada di Banyuwangi,” jelasnya.

Kelenteng Tik Liong Tian didirikan oleh Lin Jin Feng, salah seorang pedagang di wilayah Rogojampi, Banyuwangi pada tahun 1915. Awalnya kelenteng pribadi tersebut adalah dibangun sendiri oleh pemiliknya di belakang rumah tinggalnya dan pada tahun 1958.

 

Selanjutnya dibuka sebagai kelenteng umum setelah diberikan dan dikelola oleh Perhimpunan Warga China yang ada di Banyuwangi.

Selain untuk berdoa, kelenteng yang berada tepat di Pasar Rogojampi tersebut juga sering dijadikan kegiatan festival keagamaan serta pendidikan bahasa Mandarin serta pusat kegiatan masyarakat Tionghoa yang ada di Banyuwangi. 

More banyuwangAi ...