‘UGD Anti Kemiskinan’ di Banyuwangi, Memudahkan Kaum Papa Dapatkan Pelayanan




Banyuwangi – Menyoal tentang problem kemiskinan, Pemkab Banyuwangi tak henti untuk berbenah menyisir permasalahan warga. Bupati Banyuwangi Abdullah Anwar Anas membuat satuan petugas integrasi yang disebut “Unit Gawat Darurat” (UGD) khusus penanganan kemiskinan. Dalam UGD ini nanti akan diintegrasikan information mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Bagian Kesejahteraan Masyarakat sebagai sekretariat UGD.

Anas menjabarkan, meski dari tahun ke tahun angka kemiskinan di Banyuwangi terus mengalami penurunan, kinerja UGD ini akan mengambil peranan penting dalam pelaksanaan di lapangan. UGD tersebut dikoneksikan di masing-masing kecamatan dalam satuan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penanganan Kemiskinan. Dalam pelaksanaanya section ini bertugas di tingkat lokal memberikan perkembangan informasi dan penanganan kasus per kasus.

“Problem kemiskinan tetap menjadi perhatian kami. Kami sedang merumuskan regulation penanganan kemiskinan secara cepat tanggap. Selama ini anggaran penanganan kemiskinan sudah ada, tetapi terkadang terbentur urusan administrasi sehingga menghambat orang miskin untuk mendapat pelayanan. Ini perlu “jalan tol” untuk mengintegrasikan dengan berbagai dinas yang ada,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ketika berbincang dengan detikcom di ruang kerja Pemkab Banyuwangi, Selasa (12/4/2016).

Dalam pelaksanaannya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penanganan Kemiskinan di masing-masing kantor kecamatan menjadi tim reaksi cepat dalam merespons beragam permasalahan yang dialami warga miskin. Terutama dalam hal pelayanan dasar, seperti akses kesehatan dan pendidikan. Setiap UPT nantinya akan terkoneksi secara online.

Dengan dibentuknya UPT ini, Anas mengharapkan penanganan permasalahan kemiskinan bisa berjalan cepat. Tak harus menunggu dalam waktu yang lama dan alur birokrasi yang panjang.

“Kita sinkronkan semua information kemiskinan, terintegrasi mulai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPM (Des), juga Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) karena information ini penting. Target kami satu bulan ke depan sistem dan datanya sudah bisa dioperasionalkan dan segera menunjang kinerja UGD yang ada di kantor saya,” kata mantan anggota DPR ini.

 

Angka kemiskinan di Banyuwangi terus mengalami penurunan. Pada tahun 2010 yang mencapai 20,09 persen, namun dalam waktu empat tahun berkurang menjadi 9,57 persen.

Menjelang Pilgub DKI tahun 2017, banyak pihak mendorong kepala daerah yang berhasil membangun daerah untuk maju. Bahkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap kepala daerah yang sukses ikut meramaikan Pilgub DKI supaya warga Ibu Kota punya banyak pilihan calon kepala daerah.

Ada beberapa kepala daerah yang dinilai berhasil memimpin daerahnya antara lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, Bupati Bojonegoro Suyoto, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah, dan Wali Kota Malang Moch Anton. Siapakah di antara mereka akan jadi cagub DKI terbaik?

(gik/try)

More banyuwangAi ...