"Udin", Bule Amerika Pencinta Lagu Banyuwangi

BANYUWANGI, KOMPAS.com — Craig Interian (45), bule asal California, Amerika Serikat, sengaja mengunjungi Banyuwangi untuk bertemu dengan penyanyi daerah Banyuwangi yang bernama Mahesa. Penyanyi itu populer membawakan lagu Banyuwangi berjudul “Lungset”.

Kepada Kompas.com, Minggu (29/5/2016), bule yang akrab dipanggil Udin itu mengaku pertama kali mendengarkan lagu yang berbahasa daerah Banyuwangi tersebut saat naik kapal feri menyeberang dari Bali menuju Banyuwangi.

“Saat pertama kali mendengarkan lagu ‘Lungset’, di hati saya ada rasa klik, lalu saya download di iTunes,” katanya.

Saat itu, Udin mengaku hanya satu malam menginap di Banyuwangi untuk mengunjungi Gunung Ijen lalu melanjutkan perjalanan ke Jawa Tengah dan keliling ke beberapa negara di Asia.

“Selama traveling saya selalu mendengarkan lagunya Mahesa dan dalam pikiran saya hanya Banyuwangi… Banyuwangi… Banyuwangi… Banyuwangi… kembali ke Banyuwangi dan bertemu Mahesa,” ucapnya.

Bahkan, lelaki yang pernah bekerja sebagai pemadam kebakaran tersebut hafal di luar kepala lagu Banyuwangi tersebut. Setelah dua bulan berkeliling Indonesia dan Asia hingga di Thailand, ia joke memutuskan kembali ke Banyuwangi dan menceritakan keinginannya untuk bertemu Mahesa kepada rekannya yang memiliki home stay di Banyuwangi yang bernama Maya Subagio.

“Saya bahagia saat Maya bisa membantu saya bertemu dengan Mahesa. Saya menyanyi di depan dia dan bilang jika dia ke Amerika harus menginap di rumah saya,” katanya sambil menunjukkan kaus putih pemberian Mahesa yang bertuliskan “Lungset”.

 

“Ini bagian sejarah penting dalam hidup saya,” katanya sambil tertawa.

Semua perjalanannya ia abadikan di akun Facebook-nya dengan nama “Pelon Bombero”. Kepada Kompas.com, lelaki asal California tersebut mengaku rela keluar dari pekerjaannya untuk mencari kebahagiaan dengan berkeliling dunia, termasuk Indonesia.

Nama Udin dia dapatkan saat tinggal di Sumatera Utara selama tiga minggu dan berbaur dengan warga lokal di sana.

“Selama 15 tahun lebih saya bekerja tanpa mengenal libur sebagai pemadam kebakaran dan sempat juga di manager gardener. Saya tidak menemukan kebahagiaan dan memutuskan resign. Sekarang saya percaya jika saya bahagia maka uang akan mengikuti,” jelasnya.

Udin mengaku ada kemungkinan dia akan tinggal di Banyuwangi. Namun, sambil tersenyum dia menyebutkan bahwa ibunya selalu menelepon untuk menanyakan kapan dia pulang ke California.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi besok dan bisa saja saya akan tinggal di Banyuwangi. Semoga bisa terwujud,” jelasnya.

Sementara itu, Maya Subagio, pemilik Didu’s Home Stay, tempat Udin menginap, kepada Kompas.com mengatakan, Udin bukan hanya sekadar tamu yang datang di pondokannya, tetapi sudah menjadi sahabat.

“Saat dia bercerita ingin bertemu Mahesa, saya dan suami berusaha untuk mewujudkannya, apalagi dia bercerita berkali-kali jika sangat mencintai Banyuwangi. Dia juga mudah akrab dengan tamu-tamu kami yang lainnya,” ucapnya.

Maya juga mempersilakan Udin jika ingin tinggal lebih lama di penginapannya.

“Tetapi, visa Udin habis bulan Juni. Tetapi, katanya akan kembali lagi ke Banyuwangi. Kalau kami selalu membuka tangan untuk siapa joke yang datang, apalagi Udin,” kata Maya sambil tertawa.

More banyuwangAi ...