Topang Kesinambungan, Target Perajin Baru

JawaPos.com – Pelaksanaan Festival Bambu Gintangan di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, yang digelar sejak Sabtu (5/5) kemarin terlihat meriah. Hari pertama kemarin menyajikan bazar yang dilakukan oleh warga sekitar dan juga acara ngenam (menganyam) masal yang melibatkan anak-anak hingga remaja di sekitar panggung utama.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang datang bersama Sekretaris Daerah Djadjat Sudradjat  langsung meninjau persiapan yang dilakukan warga. Mereka didampingi Forpimka Blimgbingsari, Rogojampi, dan Kabat, mengunjungi secara langsung dan meninjau persiapan yang dilakukan warga.

Rombongan ini juga dimeriahkan dengan kehadiran para mahasiswa asing peserta module Beasiswa Budaya Indonesia (BSBI) yang tengah mendalami seni budaya di Banyuwangi sejak sebulan lalu.

Dalam kesempatan itu pula, bupati juga terlibat langsung dengan sejumlah perajin bambu berusia tua yang menganyam bambu di Pendapa Kantor Desa Gintangan.

Dalam sambutannya, Bupati Anas menyebutkan bahwa pelaksanaan Festival Bambu ini sudah berjalan baik. Masyarakat sudah bisa menyambut tamu dengan senyuman. Jenis variasi karya anyaman bambu juga semakin beragam. ”Ini persiapannya sudah jalan,” terangnya.

Untuk menopang kesinambungan produksi kerajinan bambu, Anas berharap ada upaya regenerasi kepada generasi muda. Sehingga keberadaan Gintangan sebagai sentra kerajinan bisa dipertahankan. ”Target kami ada generasi baru,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pihak pemerintah juga harus berbenah dan meningkatkan kualitas agar bisa menunjang produksi bambu yang saat ini sudah semakin dikenal. Di antaranya, dengan memperindah kantor desa sebagai layanan dan juga menambah keasrian lingkungan desa dengan memperbanyak tanaman teduh. ”Kantornya harus dibikin yang nyaman,” terangnya.

 

Anas menyampaikan, pihak pemerintah juga akan terus mendukung dengan melibatkan pakar-pakar kerajinan bambu yang sudah diakui untuk didatangkan ke Gintangan. Dengan harapan bisa menambah kemampuan dan kreativitas warga dalam berkarya. ”Kalau perlu seminar perajin bambu yang lebih complicated dari beberapa negara kita undang ke Gintangan. Saya lihat variasinya sudah mulai banyak,” terang mantan anggota DPR RI itu.

Sementara itu, Kepala Desa Gintangan Rusdianah menyampaikan, dampak langsung adanya festival ini bagi masyarakat di antaranya meningkatnya perekonomian warga yang drastis. ”Perubahan perekonomian di Gintangan luar biasa,” terangnya.

Bukan itu saja, tenaga terampil perajin bambu dari Gintangan juga sudah mulai dikenal sampai luar negeri. Bahkan yang terakhir, empat warga telah berangkat ke India untuk mengerjakan kerajinan bambu di objek wisata. ”Empat orang yang dari Gintangan sudah di India untuk membuat Balai Bengong,” terangnya.

More banyuwangAi ...

  • Hapus Ego Sektoral, Fokus Target KinerjaHapus Ego Sektoral, Fokus Target Kinerja Menghadapi penilai SAKIP 2018, Banyuwangi menyajikan inovasi baru dalam pengelolaan kinerja pemerintahan. Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, selama beberapa tahun ini kolaborasi […]
  • Ekonomi Diproyeksi Tumbuh 6,02 PersenEkonomi Diproyeksi Tumbuh 6,02 Persen Namun demikian IMF optimistis, kekuatan ekonomi Indonesia cukup tangguh dalam mengendalikan munculnya berbagai potensi risiko sistemik yang dimungkinkan terjadi. Ekonomi Indonesia […]
  • Rekomendasi Segera Beli Lahan TPSARekomendasi Segera Beli Lahan TPSA Pengadaan lahan TPSA dinilai DPRD mendesak untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan indah. Rekomendasi itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Ismoko dalam forum rapat paripurna Laporan […]