TKW Asal Banyuwangi Kritis di Hongkong

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Kadek Dewi Puspitasi, tenaga kerja wanita (TKW) asal Gang Lombok Lingkungan Sukowidi Kecamatan Kalipuro,  Kabupaten Banyuwangi, sejak 2 bulan terakhir ini dalam keadaan kritis di Hongkong.

Ketua Ikawangi Taiwan, Krishna Hadi mengatakan, saat ini Kadek dirawat di Princess Margaret Hospital Laiking 1 F No 21 Blok E dalam keadaan tidak sadarkan diri sehingga tidak bisa diajak berkomunikasi.

“Saya mendapatkan informasi dari kawan kawan yang di Hongkong dan kami bantu untuk mengabarkan keadaan mbak Kadek kepada pihak keluarga serta melaporkannya pada dinas terkait di Banyuwangi,” ujar Krisna kepada Kompas.com  Kamis (3/3/3016).

Menurut dia, dari informasi yang didapat majikan Kadek sudah lepas tangan dan saat ini Kadek hanya ditemani dengan rekan rekannya seprofesi di rumah sakit secara bergantian.

Sementara itu, Risma anak kandung Kadek saat ditemui Kompas.com di rumahnya mengaku mendapatkan kabar ibunya sakit dari salah satu rekan ibunya yang meneleponnya.

Menurut siswi kelas 1 SMP tersebut kemungkinan ibunya shock karena kaget mendengar kabar duka dari keluarganya. “Ayah saya dan mbah, ayahnya ibu meninggal dunia hampir barengan. Ibu kaget dan sempat cerita sedih karena nggak bisa pulang,” jelas gadis kelahiran 2006 tersebut.

Dia mendapatkan kabar terakhir terkait kondisi ibunya pada tanggal 28 Februari lalu dari rekan ibunya.

 

“Ibu sudah enggak bisa ngomong kata temennya minta doanya. Saya khawatir sama kondisinya ibu dan pingin ibu cepet pulang,” kata gadis berkulit putih dengan mata berkaca kaca.

Risma bercerita ibunya berangkat ke Hongkong setelah lebaran tahun lalu dan sebelumnya ibunya bekerja di Taiwan selama 3,5 tahun.

More banyuwangAi ...