Tingkatkan Nilai Jual Produk Olahan Nelayan, Pemkab Banyuwangi Gratiskan Pengajuan SNI

TRIBUNNEWS.COM, BANYUWANGI – Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Banyuwangi menggratiskan biaya pengurusan sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk produk-produk olahan nelayan

Layanan ini digelontorkan melalui kerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur. 

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo mengatakan bahwa sasaran dari module ini adalah Kelompok Pengolah dan Pemasaran (Poklahsar) Wanita. 

“Sasaran utamanya adalah kelompok wanita. Ini agar mereka lebih mampu bersaing dalam dunia usaha,” kata Hary, saat memberikan pelatihan pada Poklahsar wanita, di kantor Disperngan Banyuwangi, Jumat (10/11).‎

Hary mengatakan, saat ini terdapat 39 Poklahsar wanita yang begerak di bidang olahan hasil laut seperti abon, terasi bubuk, ‎olahan ikan, petis, dan lain sebagainya. Masing-masing kelompok itu terdiri dari 10 orang.

Dalam pelatihan tersebut, Hary mengatakan pentingnya mendapatkan sertifikat SNI.

 

“Apabila memiliki SNI, tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk akan meningkat. Sehingga nilai jual juga ikut meningkat,” kata Hary.

Hary mengatakan, ‎dalam mengolah produk hasil laut, harus diperhatikan kualitasnya. 

“Karena itu kami gratiskan pengajuan SNI. Karena itu kami harapkan agar poklahsar, bisa mengajukan sertifikat SNI. Nanti kami bantu, tentu harus memenuhi syarat-syarat SNI. Ini agar produk mereka memiliki nilai lebih,” tambah Hary. ‎

Selain memberikan layanan gratis SNI, poklahsar juga mendapat bantuan alat-alat olahan, seperti freezer, presto, spinner, wajan, cold box, dan lainnya.

Hary mengatakan, selain produk olahan dan pemasaran hasil laut, kelompok ini juga bergerak di bidang konservasi ekowisata.

Konservasi ekowisata bisa menjadi destinasi wisata alam, yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Kelompok ini mengelola ekowisata untuk peningkatan kesejahteraan nelayan dan warga sekitar pantai. 

More banyuwangAi ...