Tinggalkan Polres Banyuwangi, AKBP Donny: Ini Tantangan Besar




Banyuwangi
Pucuk pimpinan Polres Banyuwangi kini resmi berganti. Tongkat komando untuk wilayah kabupaten pale ujung Timur Pulau Jawa ini berpindah dari tangan AKBP Donny Adityawarman kepada pejabat baru, AKBP Taufik HZ.

Serah terima di antara keduanya joke dibalut dalam tradisi pedang pora di halaman markas Polres Banyuwangi, Selasa (13/11/2018).

Tiba di halaman Mapolres Banyuwangi, Donny menyambut Taufik HZ dengan pengalungan dan pemberian buket bunga. Setelah itu digelar prosesi pedang pora oleh para perwira pertama berpangkat Ipda dan Iptu.

Ketika ditanya kesannya selama bertugas di Banyuwangi, Donny mengaku ini adalah suatu anugerah yang tak pernah bisa dilupakan. Apalagi sejak memimpin Polres Banyuwangi 11 bulan lalu, kabupaten ini tengah naik daun dan kerap menjadi percontohan nasional.

 

Belum lagi jumlah kunjungan yang sangat tinggi seiring dengan adanya Bandara Banyuwangi. Tidak hanya kunjungan wisatawan, melainkan juga kedatangan pejabat tinggi negara yang terus silih berganti. Ini belum termasuk pengamanan yang harus dilakukan terhadap sejumlah objek critical nasional dan eventuality pariwisata yang hampir setiap bulan selalu digelar. Tingginya aktivitas itulah yang membuat Donny harus selalu siaga.

“Memimpin di Banyuwangi adalah sebuah pengalaman dan tantangan besar,” ungkapnya.

Dalam waktu singkat, Donny joke berhasil mengimbanginya dengan sejumlah terobosan. Di antaranya pelayanan berbasis Android seperti e-Loss atau pelayanan laporan kehilangan secara online. Ada juga e-SKCK, yakni pelayanan pengurusan SKCK secara online.

Yang pale mencolok dan sangat terasa adalah perbaikan ruang pelayanan pada Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas). Ruang tunggu pelayanan yang sebelumnya sempit, panas dan kurang nyaman langsung ditutup pada bagian atap dan dinding serta diberikan penyejuk ruangan (AC).

Kini Satpas juga dilengkapi dengan ruang laktasi, ruang bermain anak dan fasilitas untuk penyandang disabilitas. Ada juga pojok baca yang memungkinkan para pemohon pelayanan bisa membaca buku sembari menunggu pelayanan SIM dan SKCK di Polres Banyuwangi.

Tinggalkan Polres Banyuwangi, Donny: Ini Pengalaman dan Tantangan BesarDonny memperlihatkan KTP Banyuwangi miliknya. (Foto: Istimewa)
Selama bertugas, Donny juga mempersembahkan gedung baru berlantai dua yang berada di sebelah barat halaman parkir dalam Polres Banyuwangi. Gedung itu dibangun persis di atas ruang rumah tahanan (rutan) Polres Banyuwangi bersamaan dengan renovasi ruang rapat Rupatama. Semua dirombak total, termasuk lorong yang berada di lantai dua depan pejabat utama.

Tidak hanya itu, selama bertugas. Donny juga telah mempersembahkan prestasi zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK) yang akan akan mempengaruhi tunjangan dan remunerasi para perwira dan pejabat di Polres Banyuwangi.

Ia juga telah mengupayakan pembangunan Satpas di areal tanah seluas dua hektare yang ada di Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi. Pembangunan Satpas itu juga akan segera terealisasi dengan kucuran anggaran sebesar Rp.16 miliar dari Korlantas Mabes Polri.

“Apa yang kami lakukan adalah untuk keberlangsungan dan kelanjutan masyarakat Banyuwangi,” ujar suami Selvi ini.

Bukti kecintaannya terhadap Banyuwangi juga diwujudkan dengan membuat KTP elektronik sebagai warga yang bertempat tinggal di Banyuwangi.

“Sepanjang saya bertugas sejak dari Jakarta, baru kali ini saya membuat KTP di tempat saya bertugas, dan ini sebuah kebanggaan bisa menjadi menjadi bagian dari Banyuwangi,” tandasnya sambil menunjukkan KTP miliknya.

Sementara itu, kapolres baru, AKBP Taufik HZ mengaku juga ingin membuat terobosan dan inovasi baru untuk kemajuan Polres Banyuwangi. Tak hanya itu, kebijakan-kebijakan penting yang dilakukan Donny juga akan dilanjutkan.

“Mohon kerjasama semua pihak. Saya siap melanjutkan apa yang sudah dikerjakan bapak Donny,” tekad pria berdarah Sunda asli yang sebelumnya bertugas di Polres Bondowoso ini.

(lll/lll)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

More banyuwangAi ...