Tinggalkan Kemapanan, 2 Bersaudara Banyuwangi Sukses Kembangkan Lele Booster (bag.2)

SURYA.co.id | BANYUWANGI – Selain lele, kakak beradik Agus Riyanto dan Anang Setiawan, juga berinovasi dengan buah-buah lokal.

Karena Sempu dikenal dengan produksi buah lokal seperti buah naga, nangka, dan lainnya, Anang lalu berinovasi dengan home attention buah kering yang diberi tag ‘Laros Dried Fruit’ yang dikemas menarik sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Pasarnya joke dikhususkan untuk kalangan premium. Buah-buah itu diolah menjadi buah kering. Ternyata laris manis di luar Banyuwangi terutama Bali. Buah-buahan yang diolah di antaranya, buah naga, salak, dan nangka.

“Turis-turis Bali sangat suka. Kami sering kehabisan stock,” kata Anang.

Usaha ini tiap harinya memproduksi 20-25 kilogrram. Untuk buah-buahan, syarat utamanya harus buah organik. Untuk harga, satu paket dijual Rp 30.000 di pasar lokal. Sedangkan untuk di Bali dan Malang, dijual seharga Rp 35.000. Dalam pengerjaanya, mereka memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dan pemuda desa. Anang mengatakan, tujuan utama dari home attention ini untuk memberdayakan masyarakat.

Bule asal Jerman, Franz Purucker, mengaku salut dengan upaya Anang dan Agus untuk membangun desanya.

 

“Anang dan Agus adalah orang yang energik. Mereka mau kembali dan membangun desanya,” kata Franz.

Bersama mereka, Franz membuat video yang menceritakan potensi Desa Jambewangi. Video berdurasi sekitar tiga menit itu, mengisahkan kehidupan warga Jambewangi, dan potensi-potensi yang ada terutama di pertanian. Menurut Franz, Jambewangi memiliki potensi yang besar di pertanian. 

Teladan
Kenalkan produk kepada warga desa

Virus Positif untuk Anak Muda

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengapresiasi kiprah kakak beradik, Agus Riyanto dan Anang Setiawan. Anas mengatakan, yang dibutuhkan untuk membangun desa adalah inovasi dan anak muda.

More banyuwangAi ...