Tes Kognitif Disebut Lebih Optimal Ukur Potensi Buah Hati

JawaPos.com – Setiap orang tua dan guru tentu menginginkan semua anak tumbuh dengan cerdas. Daya berpikir dan kecerdasan anak biasanya selama ini diukur dengan tes Intelligent Quotient (IQ). Namun, tidak banyak orang tua kesulitan dalam memahami hasil yang diperoleh dari tes IQ secara umum.

Kini, ada terobosan baru untuk mengukur potensi dan bakat anak, yakni AJT CogTest atau tes kognitif yang sudah dinormakan untuk anak Indonesia atau terstandardisasi sesuai dengan karakteristik bahasa serta budaya Indonesia.

random post

Hasil AJT CogTest akan membantu orang tua dan guru lebih memahami kemampuan berpikir anak dalam pembelajaran di sekolah.

“Anak-anak memiliki keterampilan, minat, dan kekuatan serta kebutuhan belajar yang berbeda. Hasil laporan AJT CogTes mudah dipahami, memungkinkan orang tua dan guru untuk mengarahkan anak dengan informasi yang komprehensif tentang kemampuan kognitif setiap anak, serta membantu memahami pembelajaran anak mereka,” kata Chief Executive Officer PT Melintas Cakrawala Indonesia, Ari Kunwidodo dalam keterangan tertulis, Rabu (24/4).

Orang tua joke diklaim akan lebih mudah mengarahkan dan mengembangkan potensi setelah mengetahui profil kognitif anak. Hal itu dibuktikan pengusaha roti dan dekorasi kue, Melia Inggriany.

Setelah putranya, Dericho menjalani tes AJT CogTest, Melia mengaku lebih percaya diri dan yakin dengan potensi buah hatinya yang masih berumur 5 tahun.

“Setelah menerima hasil tes AJT CogTest, saya bisa melihat adanya kesamaan dari apa yang dipaparkan dalam hasil tes tersebut dengan keseharian anak saya. Hasilnya mudah dipahami, memberitahu sisi kelemahan dan kekuatan anak. Rekomendasi dari psikolog membantu saya membantu anak belajar lebih efektif,” kata Melia.

AJT CogTest merupakan tes kognitif pertama yang dikembangkan berdasarkan norma Indonesia dengan proses pengembangan yang sistematis melibatkan lebih dari 250 psikolog Indonesia dan hampir 5.000 anak Indonesia.

AJT CogTest mengukur 8 bidang kemampuan kognitif anak usia 5 sampai dengan 18 tahun, sehingga kekuatan serta kelemahan kemampuan berpikir anak dalam belajar dapat teridentifikasi secara lengkap dan jelas.

More banyuwangAi ...