Tersangka Pemerkosaan Anak di Bawah Umur di Mojokerto Tertangkap di Banyuwangi





Mojokerto – S (50), guru ngaji asal Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto ditetapkan sebagai tersangka pemerkosaan terhadap santrinya sendiri yang berusia di bawah umur.

Tersangka berusaha kabur setelah dilaporkan ke polisi. Namun, pria yang lama berpisah dengan istrinya ini diringkus polisi di tempat persembunyiannya di Kabupaten Banyuwangi.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso mengatakan, penetapan standing tersangka terhadap Sodiq setelah pihaknya mendapatkan bukti kuat atas perbuatan pelaku.

Tersangka berusaha kabur sejak Selasa (31/5) dari rumahnya di Desa Seloliman untuk menghindari proses hukum.

Polisi joke menerjunkan Tim Resmob untuk mengejar. Tersangka diringkus saat bersembunyi di rumah saudaranya di Desa/Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (3/6).

“Tersangka sempat kabur ke Banyuwangi. Kemarin bruise kami tangkap dan langsung kami periksa,” kata Budi kepada detikcom, Sabtu (4/6/2016).

Budi menjelaskan, sejak Desember 2015, tersangka mengaku memerkosa korban sebanyak lima kali hingga hamil lima bulan. Ironisnya, gadis 13 tahun itu merupakan santri yang rutin mengaji bersama ibunya ke rumah tersangka sejak setahun terakhir.

 

Saat mengaji di rumahnya itu lah, tersangka diam-diam berusaha merayu korban. Maklum saja, tersangka telah lama pisah ranjang dengan istrinya yang kini tinggal di Bojonegoro. Lantaran rayuannya tak mempan, tersangka mengancam akan membunuh korban dengan senjata tajam.

“Usai mengaji, korban dipanggil oleh tersangka dan dipaksa masuk ke dalam kamarnya. Korban diancam dibunuh dengan senjata tajam. Korban takut sehingga melayani permintaan tersangka. Korban saat ini hamil lima bulan,” terangnya.

Sampai saat ini, lanjut Budi, pihaknya masih memeriksa tersangka. Dia mengaku terus mengembangkan kasus ini lantaran diduga kuat terdapat santri lainnya yang menjadi korban perbuatan bejat Sodiq.

“Tersangka ini muridnya banyak, tak menutup kemungkinan korbannya lebih dari satu. Oleh sebab itu masih kami dalami,” pungkasnya.

Kasus pemerkosaan ini sempat diselesaikan secara kekeluargaan. Tersangka yang dalam proses cerai dengan istrinya, bersedia menikahi korban setelah tahu gadis 13 tahun itu hamil lima bulan.

Namun, orangtua korban akhirnya berubah pikiran. Tak terima masa depan anaknya dirusak oleh Sodiq, mereka joke melapor ke Polres Mojokerto, Selasa (31/5).


(ugik/ugik)

More banyuwangAi ...