Termasuk Penyakit Menular Seksual, Ketahui 7 Fakta Herpes Genital

JawaPos.com – Salah satu penyakit menular seksual yang seringkali menjadi momok adalah Herpes Genital. Sayangnya, banyak orang yang belum memahami seluk beluk penyakit ini.

Meskipun information WHO mencatat bahwa 417 juta orang di dunia mengalami Herpes Genital, pengetahuan masyarakat di seluruh dunia tentang penyakit ini, termasuk di Indonesia masih sangat kurang. Bahkan, masih ada pemahaman yang salah tentang Herpes Genital. Sehingga masyarakat tidak mengetahui secara tepat apa sebenarnya penyakit ini, bagaimana penyebarannya dan bagaimana mencegah serta mengobatinya.

random post

“Masih banyak terdapat mitos dan fakta yang berkembang di masyarakat tentang Herpes Genital, seperti tidak bisa sembuh, mematikan, menggunakan kondom akan menjamin 100 persen cegah penularan, dapat menular dengan pemakaian alat bersama, Herpes Genital hanya terdapat pada selaput lendir dan lain-lainnya. Untuk itu, kami menghimbau agar masyarakat tanggap terhadap Herpes Genital, dan mencari informasi yang benar,” kata CEO Klinik Pramudia, dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDV.

Fakta 1 : Herpes Genital Penyakit Kronis

Herpes Genital memang jarang menyebabkan kematian namun demikian penyakit ini bersifat kronis, dapat benahan selama bertahun-tahun atau seumur hidup. Penyakit ini menular melalui kontak seksual dan dapat mengenai pria maupun wanita. Walaupun pengobatan dapat membantu, jika sudah terkena maka pathogen akan tetap ada dalam tubuh sehingga penyakit ini tidak dapat diobati secara permanen.

Fakta 2 : Cara Penularan Herpes Genital

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Dr. dr. Wresti lndriatmi, SpKK(K), M.Epid menjelaskan Herpes Genital merupakan salah satu penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang diakibatkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV) tipe 1 basement 2. Biasanya tipe 1 ditularkan melalui verbal ke verbal sedangkan tipe 2 melalui aktivitas seksual, namun dengan semakin berkembangnya bentuk aktivitas seksual maka terkadang ditemukan HSV tipe 1 di area genital.

“Dimulai dengan lesi inisial primer, yaitu saat pertama kali terkena Herpes Genital, tubuh akan langsung menunjukkan gejalanya seperti sariawan, sakit, dan dapat bernanah,” tuturnya.

Selanjutnya, lesi inisial non authority yaitu saat pertama kali pathogen masuk, tubuh sudah terlebih dahulu membentuk antibodi sehingga pathogen tidak langsung terlihat atau menunjukkan gejala. Episode kambuhan, yaitu pada saat pathogen yang sudah ada dalam tubuh dan menunjukkan gejalanya saat antibodi menurun.

“Herpes Genital bukan hanya menyerang fisik namun juga psikis, seperti menimbulkan rasa malu, tidak percaya diri bahkan dapat mempengaruhi hubungan antarpasangan,” kata dr. Wresti.

Fakta 3 : Prevalensi Usis Penderita

Menurut dr. Wresti, biasanya yang terkena Herpes Genital berada di usia dewasa muda (20-40 tahun). Usia termuda pasien Herpes Genital di RSCM yaitu 16 tahun dan untuk tertua usia 64 tahun.

Fakta 4 : Cara Mendeteksi Herpes Genital

Dari semua penderita, 60 persennya adalah tidak menunjukkan gejala khas. Untuk mendeteksinya dibutuhkan pemeriksaan lab HSV dan PCR, 20 persen asymptomatik atau yang tidak langsung menunjukkan gejala dan 20 persen standard atau yang sudah parah.

Fakta 5 : Tak Bisa Sembuh Permanen

Virus Herpes tidak dapat diobati secara permanen, jika sudah terkena virusnya maka akan tetap ada di dalam tubuh. Adapun obat-obatan yang ada sekarang hanya untuk mengurangi kekambuhan penyakit ini. Herpes Genital bersifat periodik, kemunculannya akan bergantung dari daya tahan tubuh pasien. Bagi pasien dewasa, Herpes Genital tidak berbahaya ataupun menyebabkan kematian, namun bagi ibu hamil yang baru saja terkena pathogen HSV akan sangat berbahaya bagi bayinya.

Fakta 6 : Cara Mencegah Herpes Genital

Masyarakat dapat melakukan pencegahan agar tidak terkena pathogen herpes, misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan saat melakukan hubungan seksual, selalu menjaga kebersihan terutama pada area genital. Paling penting jika sudah menemukan gejala atau tanda herpes seperti sariawan di area genital, segera konsultasikan ke dokter umuk diobati. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya penularan, mengingat masyarakat sering tidak sadar bahwa mereka sudah terkena pathogen herpes.

Fakta 7 : Pengobatan Herpes Genital

dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV menjelaskan terapi Herpes Genital dibagi menjadi beberapa kategori, berdasarkan waktu timbulnya penyakit, pada penderita HIV, ibu hamil serta bayi, serta terapi supresi pada penderita HSV yang sangat sering timbul.

Pemeriksaan Laboratorium diperlukan hanya sebagai konfirmasi pada diagnosis penyakit. Diagnosa utama adalah melalui penilaian secara klinis oleh seorang dokter Spesialis Kulit dan Kelamin.

More banyuwangAi ...