Tempe Daun Made In Gintangan Perlu Sentuhan

JawaPos.com – Selain dikenal dengan kerajinan bambu dan perkakas rumah tangga, ada satu lagi produk Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, yang cukup khas, yakni tempe daun pisang.

Berbeda dengan tempe yang dibungkus plastik atau dibuat dengan cara difermentasi dalam wadah cetakan, tempe daun ini dibungkus dengan menggunakan daun pisang dengan ukuran kecil-kecil. Harga per satuannya joke cukup murah, yakni mulai Rp. 500 per bungkus.

Kiptiyah, 56, salah satu perajin tempe ini mengungkapkan, setiap hari dia bersama beberapa warga biasanya memproduksi sekitar 10 kilogram kedelai. Dari jumlah tersebut, biasanya bisa dihasilkan sebanyak 300 bungkus tempe daun. “Ini nanti jadi 300-an bungkus,” ucapnya sembari membungkus kedelai.

Menurutnya, saat ini penjualan tempe cukup laris, tetapi hanya untuk memenuhi daerah Gintangan saja. Padahal, jika memungkinkan, sering kali ada warga dari luar daerah yang berkeinginan membeli dalam jumlah banyak untuk dijadikan oleh-oleh dan dibawa pulang. Namun karena daya tahan tempe ini tidak bisa bertahan lama karena bergantung jamur fermentasi, maka warga yang berasal dari daerah lain akhirnya urung membeli. “Ya laris. Tapi kalau buat harus habis dijual, tidak bisa disimpan,” terangnya.

Hal ini menurut pemuda setempat, Burhanudin, 30  memang perlu disiasati. Salah satu tokoh pemuda ini mengungkapkan, produk tempe daun ini  memang khas dan cukup unik. Hanya saja tidak bisa bertahan lama. “Ya ini, bagaimana tempe agar bisa awet,” ucapnya.

Dia  menambahkan, di Gintangan saat ini  memang terdapat sejumlah perajin. Mulai dari ukiran dan bambu, kerajinan perkakas dapur dan kuliner seperti tempe. Saat ini, nilai dan keberadaan produk ini sudah diketahui masyarakat, hanya saja ketika da warga dari luar daerah yang ingin melihat dan membeli terkadang masih kesulitan. Salah satu alasan karena belum ada satu lokasi atau gedung yang bisa digunakan sebagai etalase produk-produk ini.  “Barangnya ada, daub kita butuh tempat yang bisa menampung semua produk,” terangnya.

 

More banyuwangAi ...

  • Omzet Pedagang Dandang MerosotOmzet Pedagang Dandang Merosot Menurut Khusnul, sebelum musim hujan omzetnya rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per hari. Tapi sekarang bisa dapat Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu sudah bagus. “Cuacanya seperti ini […]
  • Cabai Merah Merangkak NaikCabai Merah Merangkak Naik Pedagang yang lain, Kiyama menuturkan, harga cabai rawit bertahan sebesar Rp 70 ribu per Kg sejak Sabtu hingga kemarin. Sebaliknya, harga cabai merah yang sebelumnya cenderung stabil, […]
  • Harga Bawang Putih dan Cabai MelonjakHarga Bawang Putih dan Cabai Melonjak BANYUWANGI – Sama seperti harga cabai yang terus menerus naik, harga bawang putih di Pasar Banyuwangi juga mulai mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan bahkan mencapai Rp […]