Tanggung 6 Anak, IRT di Banyuwangi ini Terpaksa Ngutil di Mal




Banyuwangi
Diduga karena alasan ekonomi, MR (39), warga Perum Sobo Asri I, Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi nekat mencuri pakaian di Roxy Mal Banyuwangi. Ironisnya lagi, aksi dugaan pencurian itu dilakukan dengan melibatkan dua putrinya, LP (18) serta AN (10).

Namun aksi ibu enam anak ini akhirnya terhenti di hari Kamis (6/9/2018) malam.

“Kami mendapatkan laporan dari manajemen Mal Roxy. Selanjutnya kita amankan beberapa pelaku ini,” ujar Kapolsek Kota Banyuwangi, AKP Ali Masduki kepada detikcom, Sabtu (8/9/2018).

Saat ditangkap, polisi mengamankan beberapa barang hasil curian dari ketiganya. Rekaman CCTV joke menjadi barang bukti yang memberatkan mereka.

 

Polisi juga menyisir rumah tersangka. “Ketika diamankan di Roxy Mal, sum kerugian barang yang dicuri Rp 1.063.000. Jika dihitung dengan barang curian yang telah disimpan di kediamannya angkanya mencapai Rp 6 juta lebih,” ungkap Ali.

Ali melanjutkan, modus operandi yang digunakan pelaku adalah MR masuk ke dalam supermarket bersama anaknya. Lalu mengambil beberapa potong pakaian maupun sandal untuk dibawa masuk ke ruang ganti.

Tanggung 6 Anak, IRT di Banyuwangi ini Terpaksa Ngutil di MalSejumlah barang bukti yang diamankan dari MR dan LP. (Foto: Ardian Fanani)
“Di ruang ganti inilah pelaku melepas alat sensor yang terpasang di pakaian maupun sandal. Kemudian pakaian itu dikenakan sampai keluar area mal. Praktik yang sama juga diajarkan kepada putrinya, LP. Mungkin lantaran aksi pertama lolos, akhirnya diulang lagi,” terangnya.

Tak hanya itu, dari pengakuan tersangka, MR dan anak-anaknya terhitung melakukan pencurian sebanyak 5-6 kali sejak bulan Ramadan lalu. Puluhan potong pakaian, beberapa pasang sandal dan kacamata berhasil dicuri.

Selama beraksi, MR selalu mengajak LP, anak keduanya yang duduk di kelas XI sebuah sekolah swasta di Kota Banyuwangi. Sedangkan AN, putri bungsunya yang masih sekolah setaraf SD, hanya diajak dua kali. Namun hanya MR dan LP yang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan anak bungsunya, AN diserahkan kembali kepada keluarga.

Dari puluhan pakaian yang dicuri, terdapat tiga potong yang telah dijual. Menurut pengakuan pelaku, uang itu dipakai untuk membiayai hidup pasca suaminya menderita stroke.

“Bapaknya (suami) sakit stroke. Jadi mencuri pakaian untuk makan dan dipakai sendiri. Sementara lima dari enam anak saya masih sekolah semua,” aku MR.

MR dan LP kemudian dikenai pasal 363 KUHP dengan ancaman lebih dari lima tahun penjara.

(lll/lll)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

More banyuwangAi ...