Tanggap Darurat Berakhir, Bantuan Korban Banjir Masuk Lebih Longgar

SINGOJURUH – Status tanggap darurat bencana banjir Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, resmi berakhir kemarin (7/7). Meski demikian, kegiatan sejumlah relawan dan warga ternyata belum benar-benar selesai.

Hasil pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sejumlah elemen masyarakat masih terlihat melakukan kegiatan membantu perbaikan bangunan di lokasi.

Menyikapi hal ini, Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Fajar Suasana mengatakan, saat ini standing tanggap darurat memang sudah berakhir. Selanjutnya, standing berganti dengan masa transisi menuju pascadarurat.

Menurut Fajar, berakhirnya standing tanggap darurat bukan berarti tim BPBD lepas tangan begitu saja. Sejumlah petugas tetap berada di pos yang berlokasi di Kantor Desa Alasmalang. Petugas tersebut melakukan dukungan dan persiapan pascabencana. ”Mereka tetap ada, untuk behind up,” jelasnya.

Adapun warga yang masih melakukan kegiatan bantuan di lokasi, kata Fajar, hal ini tidak masalah. Bahkan, bantuan warga itu dinilai baik untuk percepatan. ”Ya kita malah senang kalau ada yang bantu,” ucapnya.

Berbeda dengan saat darurat sebelumnya, kegiatan yang dilakukan warga bisa dibilang lebih longgar saat ini. Mereka bisa langsung masuk ke lokasi bencana, tanpa harus terlebih dahulu melewati pos darurat. ”Bantuan bisa langsung masuk,” jelasnya.

Saat ini, BPBD sedang memantapkan persiapan rencana pembangunan fasilitas warga yang rusak. Semua titik prioritas, kata Fajar, sudah dicatat oleh pemerintah. Jika di tengah menunggu waktu pelaksanaan itu ada bangunan yang sudah diperbaiki, hal itu tidak menjadi masalah. ”Itu sebenarnya list (daftar) sudah ada, pembangunan itu dilaksanakan pemerintah,” tuturnya.

 

Sementara itu, Irfan Afandi, salah satu koordinator posko Nahdlatul Ulama-Care yang selama ini berada di lokasi bencana menyebutkan, timnya terakhir berada di lokasi siang kemarin. Semua personel ditarik, kemudian posko NU-Care tersebut ditutup. Namun untuk kegiatan bantuan dan pantauan masih terus berlangsung. ”Posko kita tutup, tapi nanti penyaluran untuk yatim dan bantuan masih. Hanya saja, pengumpulan di kantor Pengurus Cabang (PC) NU Banyuwangi,” ucapnya.

More banyuwangAi ...

  • Lereng Gunung Raung Kembali LongsorLereng Gunung Raung Kembali Longsor Dari keterangan warganya yang naik ke Gunung Raung, terang dia, daerah yang longsor itu di dalam hutan dengan ketinggian 2100 Mdp. Lokasi itu perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan […]
  • Nelayan Muncar Buru Ikan HiuNelayan Muncar Buru Ikan Hiu Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, ikan hiu yang ditangkap nelayan itu jenis tikus. Sejumlah ikan hiu tikus, terlihat dijual di pelabuhan. Satu ekor ikan hisu itu, beratnya ada yang […]
  • Sungai di Empat Kecamatan Masih KeruhSungai di Empat Kecamatan Masih Keruh Warga mulanya mengira kalau air sungai yang keruh itu akibat maraknya penam­bangan pasir. Tapi setelah diberitahu oleh pemerintah desa dan kecamatan, warga tahu kalau ini karena factor […]