Tambang Tumpang Pitu Banyuwangi masuk obyek vital

Banyuwangi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memasukkan proyek tambang emas dan vegetable Tumpang Pitu di Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi yang dikelola PT Bumi Suksesindo (BSI) sebagai objek critical nasional. Keputusan ini tertuang di SK Menteri KESDM No 631k/30/MEM/2016 dan ditandatangani pada 16 Februari 2016.

Zainal Arifin, Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara, menjelaskan, pengajuan sebagai objek critical nasional sudah diusulkan sejak tahun 2015. “Prosesnya cukup panjang karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan,” ujarnya, Kamis (24/3/2016), saat penyerahan SK di petak 13.

Penetapan proyek tambang emas dan vegetable PT BSI sebagai objek critical nasional menunjukkan bahwa proyek tersebut sudah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Selain itu, BSI sudah mengantongi IUP produksi dan standing transparent dan purify dari pemerintah. BSI bersama PT Damai Suksindo (DSI) merupakam anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk dan keduanya telah memiliki Ijin Usaha Pertambangan di wilayah Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

BSI memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) berdasarkan Keputusan Bupati Banyuwangi No.188/547/KEP/429.011/2012 tanggal 9 Juli 2012. Sementara DSI memiliki Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi berdasarkan Keputusan Bupati Banyuwangi No.188/930/KEP/429.011/2012 tanggal 10 Desember 2012. Lokasi IUP BSI dan DSI terletak di Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Provinsi Jawa Timur dengan IUP BSI seluas 4.998 hektar dan dengan IUP DSI seluas 6.623 hektar.

Zainal berharap dengan standing tersebut, tambang BSI segera berproduksi dan manfaatnya bisa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan negara.

 

Dia juga menambahkan, ada 330 objek critical yang ada di Indonesia dan tambang emas Tumpang Pitu masuk objek critical ke 331. Terbanyak berada di Pulau Kalimantan dan Sumatra.

“Sangat banyak yang mengajukannya tapi tidak semua di setujui karena banyak pertimbangan salah satunya memberikan dampak ekonomi langsung pada masyarakat,” ungkapnya.

Dengan penetapannya sebagai objek critical nasional, tambang Tumpang Pitu kini dalam pengawasan dan perlindungan negara. Selain itu, kepolisian dan aparat penegak hukum wajib mengamankan proyek ini agar dapat beroperasi secara maksimal karena memiliki dampak strategis terhadap perekonomian nasional.

Kementerian ESDM juga akan rutin melakukan monitoring dan kontrol ketat terkait penambangan emas yang oleh PT BSI. Kementerian ESDM juga akan mengevaluasi selama 5 tahun sekali. Jika ditemukan pelanggaran maka standing sebagai objek critical nasional bisa dicabut sewaktu waktu.

Sementara itu, Arif Firman, Direktur BSI, menyambut baik ditetapkannya proyek Tumpang Pitu sebagai objek critical nasional. “Kami mengikuti aturan yang ada dan konsisten menjalankan module tanggungjawab sosial dan menjaga lingkungan tetap aman. Terkait pengamanan kami lebih memaksimalkan penguatan inner di perusahaan,” ucapnya.

(Ira Rachmawati)

More banyuwangAi ...