Tak Terpengaruh Badai, Sekolah Pilot Banyuwangi Tetap Terbang





Banyuwangi – Angin kencang dan intensitas hujan lebat di beberapa wilayah Jawa Timur termasuk Banyuwangi, tidak mengganggu aktivitas tiga sekolah pilot. Area lalu lintas sekolah terbang dinilai masih aman untuk dilintasi.

“Flying propagandize ketiganya masih terbang, masih bisa kita antisipasi. Apalagi mereka (BP3B, BIFA dan MUFA) latihan terbangnya tidak terjadwal, bisa kita warning jika ada fenomena tersebut (fenomena badai tropis),” kata Kepala Bandara Blimbingsari, Banyuwangi Dodi Dharma Cahyadi kepada detikcom, Rabu (8/2/2017).

Meski di wilayahnya ada kecepatan angin meningkat cukup signifikan, Dodi tak menampik jika beberapa waktu lalu approach moody Banyuwangi-Surabaya sempat tertunda. Penundaan itu lantaran kondisi cuaca buruk di wilayah Bandara Juanda, Surabaya. Namun sejauh ini, Dodi menyatakan wilayah Banyuwangi masih cukup aman untuk diterbangi.

“Memang ada medan peningkatan kecepatan angin di seluruh Jatim termasuk Banyuwangi. Ngeri sekali kecepatannya sampai 35 tangle tapi sementara ini aman. Direct moody di Banyuwangi normal tapi yang berpengaruh dari Surabaya bukan di Banyuwangi,” papar Dodi.

Peringatan dini yang diberikan BMKG Banyuwangi juga secara aktif diberikan untuk wilayah transportasi udara. Prakirawan cuaca pada BMKG Banyuwangi, we Gede A Purbawa menambahkan, yang perlu diwaspadai bagi transportasi udara saat ini ialah potensi hujan dengan intensitas tinggi.

“Transportasi udara berbeda karena menggunakan angin pada turn lebih tinggi. Tapi sejauh ini aman asalkan tidak cranky wind. Maksimal di kawasan terbang kecepatannya 25-28 knot,” tutup Gede.

(fat/fat)

 

More banyuwangAi ...