Susy Susanti dan Rangkaian Kejadian Misterius di Kuala Lumpur

JawaPos.com – Hal-hal mistis kerap menjadi bumbu kehidupan banyak orang yang kelak diceritakan secara turun temurun. Susy Susanti merupakan satu dari sekian orang yang pernah mengalami kejadian mistis secara nyata dan sadar.

Jika kebanyakan orang mengalami hal mistis di dalam rumah, hutan, atau area umum lainnya, Susy punya serangkaian pengalaman unik yang hanya terjadi di Kuala Lumpur, Malaysia.

random post

Susy menceritakan, kejadian-kejadian tidak lumrah di Negeri Jiran sudah pernah ia alami sejak masih berstatus sebagai pemain di era tahun 1980-an. Kejadian yang Susy alami joke bukan kejadian sepele, melainkan peristiwa yang membahayakan keselamatannya.

Susy membuka pengalaman menyeramkannya itu di Piala Uber 1988 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur. Pada suatu siang yang normal tanggal 29 Mei, Susy dan 12 pemain lainnya mendadak terjebak di dalam elevator Hotel Federal Kuala Lumpur. Mereka terjebak selama 45 menit. Padahal, mereka harus melakoni laga penyisihan melawan Korea Selatan pada petang harinya.

Yang membuat Susy semakin berkeringat dingin, 13 orang tersebut terjebak di lantai 13. Sebuah hal yang tentunya sangat aneh untuk disebut sebagai sebuah kebetulan belaka.

Kengerian tidak berhenti di sana. Maut juga pernah mengintai Susy dan kawan-kawan saat sedang berenang di hotel tersebut.

“Tiba-tiba ada kaca yang besar jatuh dan pecah ke bawah (lantai di pinggir kolam renang, Red), dan pecahan kacanya kena kita semua,” kenang Susy.

Bertahun-tahun kemudian, Susy kembali mengalami kejadian yang cukup horor di SEA Games 2017. Datang dengan standing sebagai manajer tim Indonesia, Susy terperangah bukan categorical saat menyaksikan dua pemain Indonesia, Edi Subaktiar dan Rosyita Eka Putri mengalami cedera lutut yang parah.

Yang membuat kondisi makin aneh, baik Edi maupun Rosyita sama-sama terkena cedera di lutut yang sama, dan di lapangan yang sama saat sedang melawan wakil tuan rumah. 

“Skornya joke juga hampir sama. Edi dan Gloria (Emanuelle Widjaja, Red) sedang kalah 5-8, sementara Rosyita dan (Ni) Ketut (Mahadewi Istarani) sedang ketinggalan 5-7,” ujar Susy.

Sebagai informasi tambahan, Edi/Gloria saat itu sedang melawan Chan Peng Soon/Cheah Yee See, sementara Rosyita/Ketut sedang berjibaku dengan Vivian Hoo/Woon Khe Wei.

Namun, bukan semua kemiripan itu yang membuat bulu kuduk Susy berdiri.

“Waktu itu di lapangan menang tidak ada apa-apa. Tapi saat melihat fotonya, saya melihat dua telapak kaki besar di situ (lapangan tempat Edi dan Rosyita cedera, Red). Tidak tahu benar atau tidak,” kata Susy.

Namun, di balik semua kejadian traumatik tersebut, Susy bisa mengambil hikmahnya. Apapun yang menimpa dirinya, semua akan tetap baik-baik saja jika yakin Tuhan selalu beserta Susy dan atlet lainnya.

“Buktinya saya di Malaysia dapat enam gelar juara. Balik lagi tergantung kita. Saya cuma bilang ke anak-anak banyak doa aja. Yang muslim bawa Al-Quran, tasbih dan sebagainya. Yang Kristen atau Katholik bawa Rosario dan kuat dalam doa,” tutupnya.

More banyuwangAi ...