Surga Bagi Para Traveler, Ubud Siap Jadi Destinasi Gastronomi Dunia

JawaPos.com – Ubud, Gianyar, Bali semakin bersolek. Selama ini Ubud dikenal sebagai salah satu tujuan destinasi di Bali yang kaya dengan warisan budaya nenek moyang. Berbagai cerita turun menurun dari leluhur begitu kental di sana. Mulai ritualnya, adat istiadat, hingga kuliner.

Alasan-alasan itulah yang membuat Kementerian Pariwisata menggandeng organisasi pariwisata dunia atau UN World Tourism Organization (UNWTO). Tujuannya untuk mengejar sertifikasi agar Ubud menjadi destinasi wisata skala internasional. Fokusnya kali ini pada destinasi gastronomi  seputar kuliner khas Ubud.

random post

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vita Datau mengatakan pengembangan produk wisata gastronomi di Ubud akan banyak melibatkan peran pemerintah Kabupaten Gianyar dan pelaku industri pariwisata. Pemilihan Ubud menjadi destinasi gastronomi skala dunia karena kentalnya budaya kearifan lokal di sana.

“Komitmen pemerintah daerah di sana juga menjadi penilaian 20 persen alasan Ubud menjadi yang terpilih. Berbagai alasan lainnya adalah kekuatan heritage yang ada di Ubud membuat wilayah itu punya ciri khas sangat lokal,” tegas Vita kepada wartawan, Selasa (11/6).

Melalui wawancara, kunjungan, verifikasi tim UNWTO akan bekerja selama lebih kurang 1 minggu untuk mempersiapkan menjadi destinasi gastronomi kelas dunia. Penilaian salah satunya dilihat dari keberagaman budaya dan bahan pangan lokal yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Tahapannya, pertama, adalah melakukan inventarisasi aset dan atraksi gastronomi termasuk memetakan kesiapan industri dan pelaku usaha yang kemudian dibukukan dalam sebuah laporan dan diajukan ke UNWTO. Kedua, penilaian oleh UNWTO dan dilakukan kick off proses verifikasi dan analisis melalui metode yang cukup detail.Termasuk wawancara kepada semua stakeholders gastronomi, Food and Beverages, produsen, hotel, restoran, chefs, inisiator food festival, pemerintah daerah, penyedia transportasi, akademisi, dan wisatawan lokal juga asing.

Proses di lapangan akan berlangsung 8 hari di Ubud, Gianyar, dan sekitarnya. Sedangkan questionares akan dilakukan online dan offline selama tiga minggu. Pada tahap ini juga dilakukan perencanaan dan strategi rekomendasi.

Ketiga, rekomendasi yang perlu diterapkan dan dilakukan oleh stakeholders untuk kemudian dilakukan penilaian kedua yang dijadwalkan awal Agustus 2019. Jika semua proses dilakukan dengan benar, maka Ubud dapat dinyatakan sebagai destinasi gastronomi antecedent UNWTO, yang telah sesuai dengan gastronomy end growth guideline UNWTO.

Tim UNWTO diwakili oleh Aditya Amaranggana sebagai Project Specialist mengatakan pihaknya mengapresiasi Indonesia, yang akhirnya berhasil terpilih sebagai destinasi antecedent untuk Wisata Gastronomi. Selain itu, gastronomi mampu membuka lapangan kerja baru di industri FnB (Food and Beverage) di samping juga sedang booming di dunia.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan jika ingin bersaing di tellurian maka harus menggunakan standar gobal. Lebih jauh dia mengatakan, bahwa keuntungan mempromosikan wisata kuliner atau gastronomi adalah rasa makanan tidak bisa dipresentasikan melalui visual. Itu sebabnya para wisatawan harus datang ke destinasinya untuk menikmati makanan lokal.

“Menjadi yang terbaik akan menaikan 3C seperti saat kita meraih penghargaan dunia yaitu Credibility, Confidence, and Calibrate. Begitupun module destinasi gastronomi berstandard UNWTO ini akan menjadi pencapaian pariwisata Indonesia untuk menjadi yang terbaik di global,” katanya.

Ada Apa Saja di Ubud?

Dalam laman Indonesia Tourism disebutkan Ubud adalah jantung budaya Bali. Daerah ini terletak di pegunungan yang sejuk, hanya satu jam perjalanan ke utara bandara dan resor di selatan Bali, kota pedesaan tradisional ini adalah rumah bagi keluarga Kerajaan Bali dan pusat seni yang berkembang. Sebagian besar museum dan galeri di Bali berpusat di Ubud. Terinspirasi oleh sawah hijau yang hidup, gunung-gunung, menjadikan Ubud surganya para traveler.

Di sekitar Ubud, desa-desa di sekitarnya seperti Camphuan, Penestanan, Peliatan dan Batuan yang berspesialisasi dalam kerajinan tangan dan ukiran kayu yang dijual di seluruh pulau. Ada ratusan toko yang menjual barang antik, ukiran kayu, kerajinan tangan, tekstil, lukisan dan perhiasan serta beberapa museum seni terbaik di negeri ini, puluhan studio seni, pasar kerajinan lokal yang sangat baik, dan galeri yang menjual seni lokal dan internasional.

“Local knowledge di Ubud begitu kental, setiap hidangan yang disajikan ada ceritanya (story revelation dan sejarahnya). Ada sambal matah, bebek garing bumbu basegenap. Kemudian berbagai upacara, ritual-ritual adat yang masih dipertahankan di sana. Museum, sawah, pegunungan, kopi hingga protocol Subak ada di Ubud. Maka setelah Ubud kami proyeksikan akan ke Bandung lalu Jogja Semarang dan Solo,” tutyp Vita Datau.

More banyuwangAi ...