Surabaya-Gempol, Jaringan Tol Tersibuk di Indonesia Timur

Semburan lumpur membuat tol Surabaya-Gempol tidak utuh. Ruas Porong-Gempol hilang. Kini konstruksi baru tengah dipersiapkan. Melayang di atas Sungai Porong.

JARINGAN tol Surabaya-Gempol (Surgem) sudah tersambung lama. Beroperasi sejak 1986. Total panjangnya 43-44 kilometer. Membentang dari Surabaya hingga Gempol. Terdapat sepuluh gerbang tol. Mulai tol Dupak, Banyu Urip, Kota Satelit, Gunungsari, dua gerbang Waru, dua gerbang Sidoarjo, Kejapanan, dan gerbang tol Gempol.

Surabaya-Gempol, Jaringan Tol Tersibuk di Indonesia Timur
Lanjuta proyek paket 1 dari tol Surabaya – Gempol yang menghubungkan Pasuruan dan Pandaan – galihcokro (2)

Secara garis besar, tol Surabaya-Gempol dibagi dalam empat kategori besar. Kilometer 0 hingga kilometer 17 masuk wilayah Perak-Waru. Kilometer 17 sampai kilometer 36 berada di Waru-Porong. Sementara itu, kilometer 36 sampai kilometer 41 di Porong masih terpotong akibat dampak semburan lumpur. Saat ini akses tersebut masih tahap konstruksi. Berikutnya, kilometer 41 sampai kilometer 44 masuk wilayah Kejapanan-Gempol.

Padatnya volume lalu lintas menunjukkan bahwa tol Surgem merupakan salah satu jaringan tol tersibuk di Indonesia. Berdasar information PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol, volume kendaraan pada 2005 rata-rata 173.300 kendaraan per hari. Jumlahnya merosot menjadi 147.200 kendaraan pada 2006 akibat terdampak semburan lumpur panas Lapindo.

Pada 2008, angkanya naik lagi menjadi 156.000 kendaraan dengan nilai transaksi Rp 402,325 juta per hari. ”Ini adalah jaringan tol tersibuk di Indonesia Timur,” kata Deputi General Manager Maintenance Service Tol Surabaya-Gempol Mulyanto kepada Jawa Pos pada Senin (7/5).

Semburan lumpur memang turut merusak infrastruktur tol Surgem. Jaringan tol terendam sekitar Agustus 2006. Lumpur menggenangi tol Porong di kilometer 36 dari arah Surabaya, tepatnya di Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

 

PT Jasa Marga sudah berupaya menyelamatkan tol. Caranya, membuat tanggul setinggi 6 meter. Namun, upaya itu sia-sia. Sebab, lumpur panas benar-benar menenggelamkan jalan tol Porong. ”Tol lama sudah hilang sehingga dilakukan relokasi tol Porong,” tutur Mulyanto.

Kini proyek relokasi tol Porong-Gempol terus dikebut. Konstruksinya dibikin melayang (elevated) melintasi Sungai Porong yang lebar. Progres konstruksi menunjukkan perkembangan yang signifikan sejak dikerjakan pada Januari 2017.

Mulyanto yang juga Kabag Pengendalian Mutu Proyek Relokasi Porong-Gempol menjelaskan, proyek relokasi memiliki panjang 6,3 kilometer. Pekerjaan dibagi dua paket. Paket satu sepanjang 3,8 kilometer. Progres konstruksinya mencapai 73 persen. Adapun paket dua memiliki panjang 2,5 kilometer dengan progres fisik 54 persen. ”Target akhir tahun ini harus tuntas,” tegasnya.

Ruas tol Porong-Gempol memang pendek. Hanya 6,3 kilometer. Namun, rampungnya pembangunan bakal punya arti yang sangat penting. Tol tersebut menjadi kunci terkoneksinya ruas tol trans-Jawa di wilayah Jatim. Tol Porong-Gempol akan terus tersambung ke Gempol-Pandaan, Gempol-Pasuruan, Pasuruan-Probolinggo, dan Probolinggo-Banyuwangi. ”Jadi, tol Surgem adalah kepalanya. Jaringan tol itu harus tersambung lebih dulu,” papar pria asal Semarang tersebut.

Lantaran berada di titik awal, kapasitas tol Porong-Gempol dibuat lebih lebar dari ruas di bagian hilir. Tol Porong-Gempol memiliki dua jalur dengan enam lajur. Tiap-tiap jalur memiliki tiga lajur and satu bahu jalan. Tiap lajur 3,6 meter. Lebih lebar daripada ruas tol lain yang masing-masing punya dua lajur di setiap jalur. ”Karena ini bagian kepala, maka dibuat lebih lebar,” tuturnya.

Nah, selama musim kemarau ini, PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol terus memaksimalkan pengerjaan. Situasinya sedang kondusif. Air Sungai Porong tengah surut. Itu berbeda jika musim hujan. Debit atmosphere sungai yang terkenal luas tersebut cepat naik. Alirannya joke deras sekali. Kondisi itu bisa membahayakan para pekerja. ”Mumpung kondusif, pekerjaan dimaksimalkan sehingga akhir tahun ini bisa tuntas,” tandas Mulyanto. 

Rehat di “Rest Area” Lumpur Sidoarjo

Saat arus mudik Lebaran 2018, jaringan tol Surabaya-Gempol masih akan terputus. Tol Porong-Gempol menuju gerbang tol Kejapanan masih masuk proses konstruksi. Targetnya, akhir tahun ini rampung.

Meski demikian, pemudik tidak perlu risau. Untuk menuju gerbang tol Kejapanan-Gempol, pengendara bisa lewat jalan arteri baru Porong. Jalur sepanjang 6,1 kilometer itu menjadi penghubung menuju gerbang tol Kejapanan.

Macet? Itu pasti. Sebab, jalan yang beroperasi sejak 2012 itu menghubungkan sejumlah jalan umum di wilayah sekitar. Banyak terjadi pertemuan arus.

Selain jalan arteri, pengendara punya pilihan jalur lain. Yakni, melalui Jalan Raya Porong lama. Bagi mereka yang terbiasa melakukan perjalanan antarkota, akses penghubung Surabaya-Malang itu masih menjadi jalur favorit. Sebelum lumpur panas menyembur, ruas itu adalah penghubung utama dari Surabaya menuju Malang dan daerah lain di wilayah Tapal Kuda.

Tapi, melintasi Jalan Raya Porong harus hati-hati. Itu tidak terlepas dari terus menurunnya kualitas jalan.

Saat melakukan perjalanan, pemudik tidak perlu terburu-buru. Nikmati perjalanan. Istirahat yang cukup. Nah, salah satu titik yang bisa dicoba sebagai “rest area” adalah kolam semburan lumpur panas Sidoarjo. Area itu bersisian langsung dengan Jalan Raya Porong.

Area semburan seluas 640 hektare itu kini telah menjadi objek wisata. Banyak pengunjung yang sengaja datang ke lokasi itu. Terutama mereka yang berasal dari luar Kota Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya. ”Mereka datang karena penasaran,” kata Humas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) Hengki Listria Adi.

Ke depan, lanjut Hengki, pihaknya berencana mengembangkan kawasan itu menjadi kawasan geopark. PPLS sudah membicarakannya dengan Pemkab Sidoarjo.

(mar/c22/fal)

More banyuwangAi ...

  • Awarding Digelar 15 MaretAwarding Digelar 15 Maret Tahapan penjurian lomba foto bertema Warna Warni Banyuwangiku telah rampung digelar Sabtu (10/3) kemarin. Tim juri yang beranggotakan fotografer Jawa Pos Bechi Subeki, General Manager […]
  • Aktifkan Koopssusbag, SETARA Institute Nilai Pemerintah PanikAktifkan Koopssusbag, SETARA Institute Nilai Pemerintah Panik JawaPos.com - Ketua SETARA Institute, Hendardi menilai, langkah pemerintah yang akan mengaktifkan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan TNI (Koopssusbag) dalam memberantas teroris […]
  • Bank Jatim Gelar Gerebek Pasar 3 Bulan SekaliBank Jatim Gelar Gerebek Pasar 3 Bulan Sekali Dalam gerebek pasar ini, Bank Jatim berupaya untuk memaksimalkan PAD melalui e-retribusi. Pemanfaatan alat TI tersebut dapat mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari […]