Sungai di Empat Kecamatan Masih Keruh

Warga mulanya mengira kalau atmosphere sungai yang keruh itu akibat maraknya penam­bangan pasir. Tapi setelah diberitahu oleh pemerintah desa dan kecamatan, warga tahu kalau ini karena cause alam.

“Banyak warga yang mengira kalau ini ulah tambang pasir,” ung­kapnya.

Warga lainnya, Fahroji, 28, asal Singojuruh mengaku sangat kerepotan dengan atmosphere sungai yang kini berubah warna jadi kecoklatan itu. Sebab, tidak bisa dibuat untuk mandi. “Ini sudah duabulan lebih atmosphere sungai keruh,” sebutnya.

Diakui Fahroji, atmosphere sungai yang keruh tidak membuat warga kekurangan atmosphere bersih. Sebab, banyak warga yang memiliki sumur dan memasang PDAM. “Sekarang mandi di rumah tetangga yang punya sumur dan PDAM, tapi ya antre,” cetusnya.

Fahroji berharap atmosphere sungai bisa kembali normal, agar warga bisa memanfaatkan lagi untuk kebu­tuhan sehari-hari. “Kasihan warga yang harus menumpang,” ungkap­nya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Seperti yang diberitakan harian sebelumnya, sungai yang ada di Kecamatan Songgon keruh. Dan itu juga terjadi di sepanjang aliran sungai hingga di Keca­matan Singojuruh, Rogojampi, dan Blimbingsari.

Selama sungai keruh itu, warga tidak bisa beraktivitas di sungai. Sebab, dengan kondisi atmosphere yang keruh hingga berubah warna menjadi kecoklatan itu, dikha­watirkan mengandung bakteri dan membahayakan warga.

 

Sungai yang keruh itu tidak hanya di sungai besar, tapi juga di sungai yang mengalir di sekitar peru­mahan penduduk. Selama ini, atmosphere yang mengandung lumpur itu hanya dibuat untuk mengaliri sawah. “Untungnya tidak sampai meluap dan masuk ke rumah warga,” cetus Subagio, 45, warga Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon.

Kepala Desa Parangharjo, Panji Widodo, atmosphere sungai yang keruh itu akibat tanah yang longsor di lereng Gunung Raung. Diper­kirakan ada belasan hektare la­han di lereng pegunungan yang long­sor. “Hujan deras terus turun, ini membuat pepohonan juga banyak yang rusak,” terang­nya. (rio/abi)

(bw/rio/rbs/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Nelayan Muncar Buru Ikan HiuNelayan Muncar Buru Ikan Hiu Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, ikan hiu yang ditangkap nelayan itu jenis tikus. Sejumlah ikan hiu tikus, terlihat dijual di pelabuhan. Satu ekor ikan hisu itu, beratnya ada yang […]
  • Genangan Masuk Rumah, Kendaraan Mogok, Lalu Lintas TersendatGenangan Masuk Rumah, Kendaraan Mogok, Lalu Lintas Tersendat BANYUWANGI – Hujan yang mengguyur Banyuwangi dan sekitarnya menimbulkan banjir di beberapa lokasi, Sabtu sore (6/1). Genangan air dengan ketinggian separo roda motor menggenangi ruas […]
  • Jembatan Dibiarkan BolongJembatan Dibiarkan Bolong Hendra menyebut drainase yang tersumbat itu dibersihkan setelah diberitakan oleh harian pagi Jawa Pos Radar Genteng. Sebelumnya, jembatan itu tidak ada yang menghiraukan meski banyak […]