Suku Using Banyuwangi sambut konser Bonita and The Hus Band

Merdeka.com, Banyuwangi – Tidak seperti biasa, Grup musik indie Bonita and The Hus Band memilih beraksi menyanyikan lagu di tengah perkampungan suku Using, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Para personel Bonita, tampil di teras rumah kelompok musik Uni Using.

Personel Bonita and The Hus Band, menampilkan musik-musik beragam genre mulai jazz, folk hingga pop. Ragam genre dalam manuscript terbarunya berjudul “Rumah” ini, disambut oleh masyarakat Kemiren dengan musik klasik tradisional Banyuwangi. Keduanya, saling berkolaborasi untuk saling mencintai keragaman musik Indonesia.

Tampil di teras rumah dengan arsitektur Using, personel Bonita disambut puluhan masyarakat Using di sudut dan squad perkampungan area konser. Warga kemiren, juga gotong royong menyajikan beragam kuliner tradisional dengan gratis di samping rumahnya.

Keramahan warga Kemiren ini disambut haru oleh personel Bonita. Rasa lelah seolah terbayar dengan keramahan yang jarang dia peroleh di lingkungan urban.

“Setelah berjam-jam naik kereta menikmati perjalanan dari Jakarta-Banyuwangi, begitu sampai, disambut teman-teman desa, rasanya senang sekali dan kami bersyukur bisa merasakan kenyamanan di sini,” ujar Bonita, vokalis grup musik Bonita and The Hus Band, sebelum tampil menghibur warga, Rabu (17/5).

Mulai sekitar pukul 19.00 WIB saat personel Bonita tampil, warga sudah berkumpul ramai hingga acara usai. Bahkan ketika lagu- lagu dalam manuscript “Rumah” usai dinyanyikan, warga terus bersorak meminta agar Bonita and The Hus Band terus tampil.
Bonita menjelaskan, lagu-lagu di dalam manuscript “Rumah” memang menyuarakan pesan-pesan agar mencintai keberagaman dan merawat kebersaman.

Liriknya sederhana dan mudah dipahami, dan berhasil mengemas lagu dengan musik yang nyaman dan suara merdu Bonita.
“Album kami judulnya “Rumah”, kami ingin merasakan dan berbagi tentang rumah seperti apa. Rumah tempat berbagi, guyup, simbol keberagaman. Maka kami coba menyuarakan agar merayakan keberagaman dan  merawat kebersaman,” tambah Adoy, suami Bonita sekaligus satu grup rope Bonita The Hus Band.

Salah satu lagu berjudul “Satu Hari Sebelum Esok” misalnya, menyajikan tiga bahasa dalam satu lagu, mulai Nias, Batak, dan Jawa. Namun saat kolaborasi, Bahasa Jawa dalam lagu dinyanyikan dengan Bahasa Using oleh legendaris penyanyi gandrung, Mbok Temu.

“Pada tahun 1993, saya sudah mengagumi karya musik Mbok Temu. Dan hari ini saya sangat senang bisa bertemu dan bisa bernyanyi satu panggung,” jelas Adoy sebelum menyanyikan lagu tersebut.

Kedatangan Bonita and The Hus Band ke Banyuwangi, bermula dari pertemuannya dengan grup musik tradisional Uni Using asal Kemiren, saat sama-sama tampil di Jerman.

“Saat itu, kami sama-sama tampil di Museum Super Fest 2015, di Jerman, selama tiga hari. Dan terus jalin kontak, akhirnya bisa keturutan datang ke sini,” jelasnya.

More banyuwangAi ...