Smart Nation Award 2018 untuk Banyuwangi

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Pariwisata RI Arief Yahya kepada Bupati Abdullah Azwar Azwar Anas di Jakarta, Kamis malam (3/5).  Dalam penghargaan yang diberikan Citiasia Centre for Smart Nation (CCSN) tersebut, dinobatkan sebagai daerah yang memiliki inovasi, gagasan, atau pencapaian yang baik terkait pelaksanaan fungsi pelayanan publik untuk perbaikan kualitas hidup masyarakat.

Anas mengatakan, Smart Kampung adalah module meningkatkan peran pemerintah desa yang lebih besar dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendekatkan pelayanan ke publik serta mengelola sumber daya desa secara efektif dan efisien.

Dengan module Smart Kampung, warga desa yang akan melakukan pengurusan surat administrasi kependudukan, kini cukup datang ke kantor desa atau kelurahan. Sebab, desa dan kelurahan sudah diberi kewenangan verifikasi information penduduk. ”Mereka tidak perlu lagi datang ke pusat kabupaten. Bahkan, di Banyuwangi kini telah ada enam kecamatan yang sudah bisa melakukan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el),” ujar Anas. 

Selain mempermudah pelayanan publik, Smart Kampung juga menjadi pusat pengembangan potensi tiap desa. ”Dengan module Smart Kampung, balai desa menjadi pusat aktivitas warga, menjadi ruang publik yang dimanfaatkan warga untuk melakukan beragam kegiatan, mulai dari les kesenian, posyandu, hingga temu warga,” kata dia

Anas menambahkan, module Smart Kampung juga telah memacu desa untuk bersaing menciptakan inovasi, mulai inovasi bidang sosial, pariwisata, hingga pelayanan publik. 

Anas mencontohkan, beberapa desa di kecamatan Songgon, Desa Kemiren Kecamatan Glagah, serta Desa Tamansari Kecamatan Licin yang telah berkembang menjadi desa jujugan wisatawan. Dengan kreativitas warga desa, desa-desa tersebut berhasil ”menjual” potensinya sebagai objek wisata.

”Kini juga banyak desa yang telah membuka layanan administrasi hingga malam hari. Ada juga mobil ambulans serbaguna dari Desa Gumirih Kecamatan Singojuruh. Lalu ada juga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro yang sangat maju dalam masalah administrasi kependudukan dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Ini semua berkat semangat Smart Kampung,” kata Anas. 

 

Sementara itu, CEO Citiasia Inc Farid Subkhan mengatakan, penilaian indeks ISNA 2018 diukur dari berbagai parameter pengukuran capaian pembangunan kabupaten sejak Januari hingga Desember 2017. Tidak hanya dilihat dari sisi pemerintahan, namun juga dari sisi pariwisata, perdagangan, hingga investasi. ”Smart Kampung tidak hanya mampu meningkatkan pelayanan publik, tapi juga mendorong pengembangan SDM. Akses internet di kampung-kampung ditingkatkan. Juga diberikan pelatihan bahasa asing, pembuatan video promosi potensi desa, dan lain sebagainya. Ini semua adalah cara-cara inovatif yang dilakukan Banyuwangi dengan Smart Kampung-nya,” pungkasnya. (sgt/afi)

(bw/sgt/ics/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Nilai Menurun, Kejujuran Siswa MeningkatNilai Menurun, Kejujuran Siswa Meningkat Jika demikian, Fathor berpendapat, bukan persoalan jika secara angka nilai siswa menurun. “Yang membanggakan, dari sisi intergritas atau nilai kejujuran sudah mulai dibangun kepada para […]
  • Kerugian Kerusakan Infrasturuktur Ditaksir Rp 6,4 MiliarKerugian Kerusakan Infrasturuktur Ditaksir Rp 6,4 Miliar SITUBONDO – Banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Situbondo, Minggu (07/01) lalu menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. Dari kerusakan infrastruktur saja, […]
  • Kades Banyuanyar Bantah Pungli PTSLKades Banyuanyar Bantah Pungli PTSL Berdasarkan aturan yang ada, tarikan yang bolehkan dalam program PTSL itu hanya Rp 150 ribu. Tapi, di desanya di luar batas kewajaran karena mencapai Rp 1 juta. “Ini tidak bisa dibiarkan, […]