Skema Sinergi Masyarakat, Cara Banyuwangi Bangun Infrastruktur

Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melakukan percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur jalan dengan strategi sinergi yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, sejak tahun 2010, pemkab Banyuwangi telah menerbitkan regulasi bantuan aspal untuk kelompok masyarakat. Tiap tahun, kata dia, lebih dari 1.000 drum aspal dibagikan ke masyarakat. Hingga kini, telah dibagikan lebih dari 5.000 drum aspal.

“Tiap tahun, rata-rata minimal 1.000 drum aspal dibagikan. Tahun ini, naik jadi 1.500 drum aspal yang akan dibagikan,” kata Anas saat dihubungi, Jumat (26/2).

Abdullah Azwar Anas

Anas menjelaskan, kelompok masyarakat bisa mengajukan offer ke Pemkab Banyuwangi, lalu diverifikasi oleh dinas terkait. Jika layak, lanjut dia, tentu disetujui. Pemkab, lanjut Anas, menyiapkan aspal, tenaga teknis, dan bantuan alat berat. Adapun masyarakat ikut bergotong-royong membantu pembangunan jalan. Dunia usaha juga dilibatkan dengan berpartisipasi pada kebutuhan element penunjang.

“Bantuan aspal untuk kelompok masyarakat ini bagi jalan-jalan skala tertentu yang relatif tidak panjang,” kata Anas.

“Warga bisa bantu bareng-bareng. Biasanya dibagi giliran per RT untuk bantu gotong-royong. Termasuk warga bisa menyediakan makanan kecil seperti pisang goreng atau ketela rebus bagi pekerja saat mereka istirahat. Ini sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong-royong di masyarakat yang mulai luntur. Ini inovasi agar pembangunan jalan bisa ditingkatkan sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencintai daerahnya,” imbuhnya.

 

Model sinergi itu, lanjut Anas, membuat masyarakat jadi guyub. “Kalau sudah begitu, enak bisa bangun daerah bareng-bareng,” kata Anas.

Salah satu contoh pembangunan jalan dengan skema sinergi masyarakat itu adalah pembangunan 9 kilometer jalan di Dusun Pringgodani, Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, yang tahun ini bakal tuntas. Daerah itu tergolong pinggiran dan berada di kawasan perkebunan.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Mujiono, mengatakan, pihaknya menyiapkan aspal yang siap di distribusikan ke desa yang akan dibantu. “Jika desa yang ditunjuk telah siap, maka aspal kami kirim beserta dengan alat berat dan tenaga teknisnya,” jelasnya.

Mujiono menambahkan, di luar skema sinergi, pembangunan dan pemeliharaan jalan dalam skala puluhan kilometer dikelola langsung oleh Pemkab Banyuwangi. Tiap tahun rata-rata minimal 300 kilometer jalan dibangun dan diperbaiki.

Tahun ini, Banyuwangi mengalokasikan dana Rp 538 miliar untuk pembangunan infrastruktur, di mana Rp275 miliar di antaranya untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan yang tahun ini ditargetkan bisa mencapai 800 kilometer.

“Perpaduan antara module sinergi masyarakat serta dunia usaha dan module pemerintah daerah akan semakin memperluas dan memeratakan pembangunan jalan. Tapi memang belum semua wilayah terpenuhi karena Banyuwangi ini kabupaten terluas di Jawa Timur dan bahkan di Jawa. Pembangunan dilakukan bertahap, karena dana APBD kan juga dialokasikan untuk sektor penting lain seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, dan UMKM,” kata Mujiono.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

More banyuwangAi ...