Simulasi Penyelamatan, Libatkan Anak 13 Tahun

KALIPURO – Simulasi gabungan penyelamatan korban tenggelam oleh IRT (Integrated Rescue Team) berhasil dilaksanakan pada Selasa kemarin (26/12). Dalam simulasi yang dilaksanakan oleh group Rescue gabungan dari TNI-AL, POLAIRUD, dan BASARNAS itu, turut hadir Kapolda Jawa Timur, Irjen Machfudz Arifin. Kehadiran Kapolda Jawa Timur ke lokasi simulasi tak lain untuk meninjau proses simulasi dan persiapan pengamanan menjelang tahun baru.

AKP Subandi, Kasat POLAIR Banyuwangi menjelaskan mengenai tujuan dari simulasi itu. Menurutnya, simulasi penyelamatan tersebut sebagai bentuk percobaan kesiapan pengamanan jika terjadi sesuatu yang membahayakan tehadap penumpang kapal. “Simulasi ini bertujuan untuk mengecek kesiapan kita jika ada penumpang yang jatuh ke laut,” tuturnya saat diwawancarai.

Subandi menambahkan, bahwasanya telah disiapkan enam kapal kecil untuk peragaan simulasi. Kapal-kapal itu merupakan milik POLAIRUD, BASARNAS dan TNI AL.

Simulasi penyelamatan penumpang tenggelam yang dilaksanakan sejak pukul 10.35 itu berjalan dengan lancar. Selain melibatkan petugas pengamanan, simulasi juga melibatkan dua orang anak yang masih tergolong bocah. Dua anak itu adalah Reza,15, dan Raihan, 13.

Sebelum aksi simulasi dimulai, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Reza mengaku siap untuk mengikuti simulasi tersebut. Menurutnya atmosphere laut bukan hal yang asing lagi bagi dirinya.

“Saya sudah terbiasa berenang di laut, jadinya gak hawatir lagi, “ tutur bocah yang masih duduk di kelas 3 SMP itu.

Hal itu dibenarkan oleh AKP Subandi. Menurut Kasat POLAIR Banyuwangi ini, keamanan Reza dan Raihan sudah dipertimbangkan sejak awal. “Keduanya sudah sangat terlatih. Dan kami juga telah menyiapkan pelampung untuk Ia kenakan,” tuturnya.

 

Ketika ditanya mengenai apa yang diperoleh dalam simulasi itu, Reza dan Raihan sekedar tersenyum. Hanya saja Reza mengungkapkan bahwa dirinya senang ketika bisa menjadi bagian dari proses simulasi penyelamatan tersebut.

Lebih jauh, Subandi juga memaparkan mengenai kemungkinan-kemungkinan bahaya yang bisa terjadi saat penyebrangan. Ombak yang besar dan angin yang kencang dapat menyebabkan suatu masalah pada kapal. Dan hal itu harus mulai diantisipasi dari saat ini.

Simulasi yang dimulai pukul 10.35 itu baru berakhir sekitar pukul 11.20. Dalam simulasi yang dilaksanakan di perairan pelabuhan ketapang tersebut, tampak Reza dan Raihan meloncat dari KM. Jemla Gilimanuk dan kemudian beraksi layaknya orang yang memang benar-benar tenggelam. Kemudian pihak IRT datang dan memperagakan penyelamatan terhadap kedua anak tersebut. (cw1)

More banyuwangAi ...

  • Benahi Rumah dengan Dana PribadiBenahi Rumah dengan Dana Pribadi Bukan hanya itu, lanjut dia, untuk membenahi bagian dapur itu menggu­nakan peralatan sedanya, tanpa ada tukang bangunan. “Kalau tidak saya lakukan sendiri, dana dari mana,” ung­kapnya […]
  • Genangan Masuk Rumah, Kendaraan Mogok, Lalu Lintas TersendatGenangan Masuk Rumah, Kendaraan Mogok, Lalu Lintas Tersendat BANYUWANGI – Hujan yang mengguyur Banyuwangi dan sekitarnya menimbulkan banjir di beberapa lokasi, Sabtu sore (6/1). Genangan air dengan ketinggian separo roda motor menggenangi ruas […]
  • Mbah Temon Akhirnya DievakuasiMbah Temon Akhirnya Dievakuasi “Airnya tetap belum surut, saya masih tinggal di rumah saudara,” katanya. Mbah Temon pada Jawa Pos Radar Genteng menyampaikan kamar dan tempat tidurnya seka­rang lebih nyaman disbanding […]