Setiap Hari Santri Bergantian Masak Menu Berbuka

Di Dusun Gadug, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, ada sebuah pondok pesantren yang masih menggunakan konsep menginap di pondok-pondok kecil yang disebut jerambah. Di tengah bulan Ramadan, Jawa Pos Radar Banyuwangi mengunjungi para santri untuk melihat aktivitas mereka.

FREDY RIZKI, Glagah

PANAS matahari menyengat cukup terik siang itu. Beberapa santri yang usai mengaji terlihat duduk-duduk santai di depan pondok-pondok kecil yang menjadi tempat istirahat mereka. Orang setempat menyebut tempat itu dengan nama jerambah.

Beberapa santri yang lain terlihat beristirahat di dalam jerambah. Ada juga santri yang tampak baru saja mandi untuk melepas panas terik yang menyerang sekitar pesantren. Mereka langsung bergabung bersama teman-temannya sambil membaca kitab di teras jerambah. Sebagian lainnya terlihat sudah terlelap di dalam jerambah berukuran sekitar 2 x 2,5 scale itu.

”Kalau Ramadan seperti ini, aktivitas tidak sepadat biasanya. Jadi siang hari santri bisa beristirahat,” ujar Nur Samsi, 22, salah seorang santri yang tinggal di dalam jerambah.

Dia mengatakan, ada lima jerambah di ponpes yang ditempatinya. Masing-masing jerambah diisi dua orang santri. Sedangkan untuk santri putri tinggal di dalam kediaman Ustad Mustain

Jika bulan Ramadan tiba, aktivitas sedikit longgar. Pagi hari mulai pukul 07.00 sampai pukul 08.30 santri biasanya mengikuti penerjemahan Syarah Alfiyah. Kemudian aktivitas lainnya selain salat fardu dilanjutkan malam hari selepas salat tarawih sampai pukul 20.30, santri mengikuti kajian Durrotun Nasihin. Di luar itu, karena memang sedang berpuasa, santri bebas mengisi aktivitasnya sendiri.

 

”Ada yang istirahat kalau siang, ada yang mengaji, ada yang menyiapkan masakan untuk berbuka nanti. Kalau siang memang untuk istirahat,” terang pria asal Gadug Salam itu.     Samsul Arifin, 16, santri lainnya yang tampak tengah duduk-duduk santai di depan jerambah mengatakan, biasanya jika masih ada sisa waktu antara duhur hingga asar, dirinya bersama beberapa teman akan mencari tambahan menu untuk berbuka.

Bukan menu mewah seperti daging ayam atau ikan, tetapi hanya sayur-sayuran yang kebetulan tumbuh di dekat area pesantren. ”Di sini tidak boleh memancing. Paling hanya mencari sayur di sawah milik nenek santri yang mondok di sini. Setelah itu kita menyiapkan buka puasa. Kalau buka yang memasak gantian. Santrinya ada tujuh, jadi gantian yang masak. Nanti bahannya urunan,” terang Santri asal Suko, Gombengsari itu.

Umi Bariroh, istri dari Ustad Mustain pengasuh Ponpes Nurul Anwar menceritakan, jika konsep pondok yang dikelola suaminya tersebut memang sedikit berbeda. Secara tampilan, para santri memang ditempatkan di jerambah-jerambah.

Tidak seperti ponpes pada umumnya yang menempatkan santrinya di asrama. Di tempatnya, santri tinggal di pondok kecil yang terbuat dari kayu. ”Ini dulu kayunya sebagian dari gotong royong warga. Ada yang dibuat di sini ada yang dari sawah terus di bawa ke sini,” ujar ibu tiga anak itu.

Mungkin konsep pondok pesantren dengan jerambah saat ini sudah cukup langka di Banyuwangi. Terakhir, Bariroh melihat konsep seperti ini diterapkan di salah satu ponpes yang ada di Semalang, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono. ”Dulu saya mondok di Semalang sana, konsepnya seperti ini. Jadi saya coba terapkan di sini. Alhamdulillah santrinya banyak. Tiap tahun meskipun sedikit selalu ada tambahan santri,” imbuhnya.

Selain konsep tempat tinggal santri, dia juga mengatakan jika para santri diajari hidup bersahaja. Baik dari segi makanan maupun gaya hidup sehari-hari. Sehingga para santri benar-benar bisa fokus untuk belajar. ”Makan saja hanya sambal dan sayur. Jadi anak-anak saya ajari ngerowot, makan makanan yang didominasi sayuran dan buah-buahan. Makanya tidak kita perbolehkan memancing dan makan ikan. Termasuk tidak boleh mainan HP dan menonton TV, jadi benar-benar mengaji,” tandasnya.

More banyuwangAi ...

  • Manusia Jadi Predator Utama PenyuManusia Jadi Predator Utama Penyu Pertanyaan-pertanyaan semacam itu mengemuka saat sesi tanya jawab dalam safari Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) di SDN 4 Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, kemarin […]
  • Peringati Harlah Pancasila Bareng Dies NatalisPeringati Harlah Pancasila Bareng Dies Natalis Pidato Bung Karno tidak akan bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki kecerdasan linguistik kelas wahid. Seperti sebuah puisi. Semua memiliki koherensi dan keterpaduan yang luar […]
  • Hasil Permufakatan Kader, Andreas Pimpin GMNI BanyuwangiHasil Permufakatan Kader, Andreas Pimpin GMNI Banyuwangi JawaPos.com - Konferensi Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Konfercab GMNI) Banyuwangi berakhir pukul 01.00, Rabu (24/1/2018). Hasil musyawarah tertinggi di tingkat cabang […]