Setahun Tangani Dana Rp 37,5 Triliun

Kepala Kantor DJBC Jatim II Agus Hermawan mengakui, banyak dana yang tangani oleh Bea Cukai Jawa Timur. Dana tersebut, kata dia, salah satunya berasal dari bea masuk dan cukai rokok. Terlebih, ada beberapa industri rokok yang lumayan besar di Provinsi Jawa Timur. ”Uang Rp 37,5 triliun itu sangat besar. Coba hitung, satu persen dari dana tersebut saja masih sangat besar,” ujarnya saat menghadiri pencanangan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Banyuwangi kemarin (5/2).

Agus menambahkan, dana sebesar itu harus digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan negara dan rakyat. Karena itu, dia mengajak semua pimpinan perusahaan di sekitar Kantor Bea Cukai Banyuwangi untuk ikut mengawal dan saling menjaga penggunaan dana tersebut. ”Saya melihat, Banyuwangi sudah sangat terbuka dalam pengelolaan dana APBD. Sudah dipampang di mana-mana, alokasi penggunaan dana APBD. Sehingga rakyat bisa langsung ikut mengawasi,” imbuhnya.

Menurut Agus, sudah sewajarnya bila dana negara digunakan secara bijak. Seperti yang disampaikan Menteri Keuangan kepada para aparat kantor Kas Negara di seluruh Indonesia. ”Menteri keuangan berpesan, Anda harus tahu setiap rupiah uang negara itu digunakan untuk apa saja,” tuturnya.

Sementara itu, usai memberikan sambutan, Agus meresmikan pencanangan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di  kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Banyuwangi (Bea Cukai Ketapang).

Kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Kepala Kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Banyuwangi we Nyoman Ary Dharma mengatakan, Kantor Bea Cukai Banyuwangi menjadi salah satu dari 15 kantor yang diusulkan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) untuk menjadi kantor WBK tahun 2018. Kini, Kantor Bea Cukai Banyuwangi mulai berbenah dan harus memenuhi target. ”Karena Kantor Bea Cukai Banyuwangi pernah menjadi kantor pelayanan percontohan. WBK menjadi penting sejak tahun 2007 karena tuntutan masyarakat akan birokrasi semakin tinggi,” ujar Nyoman.

Tahun 2017, kata Nyoman, Kantor Bea Cukai Banyuwangi telah mencapai aim di atas 100 persen dan information penindakan yang terus meningkat. Hal ini karena sinergi yang semakin baik dengan para pemangku kepentingan serta kontribusi dari para pengguna jasa. Karena itu, kata dia, mulai saat ini dan seterusnya, Bea Cukai Banyuwangi telah bebas dari segala bentuk korupsi dan pungutan liar.(kri/bay/c1)

(bw/sgt/ics/JPR)

 

More banyuwangAi ...