Serah Terima setelah Belasan APK Hilang

Tak pelak, hal itu sempat memicu reaksi Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Nomor 1 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. Perwakilan Tim Paslon 1, Anda Wibisono, menolak tanda tangan berita acara serah terima. Dia meminta KPU mengganti APK yang hilang atau rusak. ”Tanpa mengurangi rasa hormat kami atas kerja keras yang telah dilakukan jajaran KPU dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Namun, kami masih belum bisa menandatangani berita acara serah terima APK ini,” ujarnya.

Anda mengatakan, penolakan tersebut dilakukan karena berdasar penelusuran pihaknya, ada 15 APK milik Paslon Nomor 1 yang hilang dan rusak. ”Karena sejauh belum diserahterimakan, APK menjadi tanggung jawab KPU. Maka dari itu, ketika ada APK yang hilang dan rusak, maka KPU seharusnya mengganti atau memperbaiki APK yang hilang atau rusak,” kata dia.

Namun demikian, kata Anda, pada prinsipnya, tim sukses Paslon Nomor 1 siap mengikuti mekanisme dan regulasi. ”Karena kami tanggung jawab kami menyukseskan Pilgub,” katanya.

Sikap berbeda ditunjukkan Ketua Tim Pemenangan Paslon Nomor Urut 2 Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, yakni Hermanto. Dikatakan, Tim Paslon Nomor 2 menilai tim KPU sudah melaksanakan tahap Pilgub sesuai mekanisme dengan segenap kemampuan dan kekuatan.

Menurut Hermanto, pada saat proses pemasangan APK, sebetulnya tim kampanye ikut mendampingi sehingga bisa langsung serah terima. ”Namun karena kami tidak bisa mendampingi dan selama hal itu (hilang dan rusaknya APK) tidak substansial, kami tim Paslon Nomor 2 menerima apa yang telah dilakukan KPU,” kata mantan Ketua DPRD Banyuwangi tersebut.

Hermanto menambahkan, terkait APK, bisa jadi ada pula APK Paslon Nomor 2 yang hilang atau rusak. ”Namun kami positif thinking. Dengan APK hilang, berarti ada masyarakat yang suka terhadap calon kita, itu keuntungan untuk kita,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Pemenangan Paslon Nomor 1 Michael Edy Haryanto mengatakan, bahwa Anda hanya mempertanyakan adanya APK yang hilang atau rusak. ”Namun kami menerima serah terima APK dari KPU. Sudah saya perintahkan untuk tanda tangan,” akunya.

 

Sementara itu, Komisioner KPU Banyuwangi Jamaludin mengatakan, pihaknya sudah berdialog dengan dua kubu tim pemenangan paslon. Dia menyatakan KPU hanya memfasilitasi pemasangan APK. Karena itu, terkait permintaan Tim Paslon 1 untuk mengganti APK yang hilang atau rusak, KPU belum bisa memenuhi permintaan tersebut.

 Jamaludin menuturkan, terkait APK yang hilang atau rusak, tim kampanye punya jatah APK tambahan sebanyak 150 persen dari jumlah APK yang pengadaan dan pemasangannya difasilitasi KPU. ”Kami berharap APK tambahan itu bisa dikeluarkan untuk mengganti APK yang hilang atau rusak,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, jumlah APK yang difasilitasi KPU mencapai ratusan unit. Rinciannya, masing-masing paslon mendapat jatah lima baliho di seluruh wilayah Banyuwangi, umbul-umbul sebanyak sepuluh lembar per kecamatan, serta spanduk sebanyak 1 lembar di 217 desa dan kelurahan se-Bumi Blambangan. (sgt/als)

(bw/sgt/ics/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Kasus 62 Kades-Gus Ipul DihentikanKasus 62 Kades-Gus Ipul Dihentikan   Mantan jurnalis televisi itu mengatakan, perkara 62 kades tersebut tidak bisa dilanjutkan ke ranah kepolisian. Sebab, setelah kajian ditingkatkan ada beberapa bukti dan unsur dari […]
  • KPU Hormati Keputusan, Michael Bisa MenerimaKPU Hormati Keputusan, Michael Bisa Menerima BANYUWANGI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi tetap bergeming terhadap penolakan saksi pasangan calon (paslon) Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno terhadap hasil rekapitulasi […]
  • Umbul-Umbul APK BerguguranUmbul-Umbul APK Berguguran “Umbul-umbul yang dipasang di daerah situ tidak akan bertahan lama, karena anginnya kencang dan dekat dengan per­sawahan,” ungkapnya. Alat peraga kampanye yang rusak itu, termasuk […]