Senangnya Umrah Bersama Keluarga

BAGI yang pernah berhaji atau umrah, dua masjid suci (Masjidilharam dan Masjid Nabawi) selalu menghadirkan rindu. Ingin datang lagi ke haramain: Makkah dan Madinah. Ingin tawaf dan sai. Serta salat di Masjidilharam. Dekat-dekat dengan Kakbah. Juga ingin sangat bisa mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW. Dan berlama-lama berdoa di raudah.

Seperti itu perasaan mereka yang pernah ke Haramain. Saya merasakan hal yang sama. Selalu ingin ke Tanah Suci. Apalagi mereka yang belum pernah ke sana. Pasti keinginannya terus membuncah. Selain ibadah, ke tanah suci juga bisa dijadikan alternatif wisata. Wisata religi. Anda boleh saja pernah keliling dunia. Mengunjungi banyak negara. Tapi, bagi yang muslim, semua itu belumlah lengkap. Sebelum datang ke Tanah Suci. Bahkan, Masjidilharam dan Masjid Nawabi adalah series one destination.

Dari segi kepuasan, bagi saya, belum ada yang mengalahkan perasaan ketika tawaf (keliling 7 kali mengitari Kakbah) dan berada di Raudah. Saya pernah mengunjungi Masjid Alhambra di Spanyol. Mirip sekali dengan Masjidi Nabawi. Bahkan, konon arsitektur Masjid Nabawi meniru Masjid Alhambra yang menjadi petilasan kejayaan Islam di Eropa. Tapi di Alhambra yang kini beralih fungsi menjadi katedral sejak kejatuhan Islam di Spanyol, saya tidak merasakan sensasi seperti saat berada di Masjid Nabawi.

Sebagai destinasi religi, umrah bersama keluarga ke Makkah dan Madinah kini menjadi favorit banyak keluarga. Dalam umrah yang kedua bersama keluarga ini, rombongan jamaah saya hampir semuanya membawa keluarga besar.

Salah satunya keluarga Amar Hadi. Dia membawa serta istri dan tiga anaknya. Bahkan, salah satu anaknya tercatat sebagai anggota rombongan pale kecil. Masih berumur 3 tahun. Namanya keren sekali. Rimbun Surya Abraham. Saat berada di Madinah beberapa hari lalu, Embun, panggilan karibnya, ulang tahun yang ketiga. Dan mendapat ucapan selamat ulang tahun kepada bocah imut itu.

Keluarga lainnya, sekadar menyebut contoh, yang membawa rombongan besar adalah H Hasan Bisri. Dia berangkat berdelapan! Lalu Pak H Nurhadi (Wakil Ketua PMI Banyuwangi). Mantan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi itu berangkat bersama istri, anak, menantu, serta dua cucunya. Selain itu ada H Sugiri dan H Ali Mansur. Masing-masing mengajak istri dan dua anaknya.

Bukan hanya kami yang berangkat bersama keluarga. Selama di Makkah dan Madinah saya bertemu dengan buuaanyaak sekali keluarga besar. Salah satunya Pak Dahlan Iskan. Yang umrah bersama istri, dua anak dan dua menantu, serta para cucunya.

 

Kapan Anda menyusul. Mengajak keluarga umrah. Tak perlu menunggu punya uang banyak. Yang penting niat. Dan uangnya cukup.

Anda ingin umrah? Bahkan berhaji? Rumus ini patut dijadikan acuan: Allah tidak memanggil orang yang mampu. Tapi Allah memampukan orang yang dipanggil.

Betapa banyak orang yang kaya, harta melimpah, tapi untuk umrah saja tak punya hasrat. Apalagi berhaji. Mereka selalu pakai rumus dagang. Kalau saya umrah 10 hari bagaimana dengan usaha saya. Bagaimana dengan bisnis saya. Siapa yang mengurusi. Kalau diurusi orang lain nanti malah rugi. Itu baru umrah. Bagaimana kalau sampai 40 hari (haji regional) atau 28 hari (haji plus)? Pikiran seperti ini muncul dari orang yang mampu tapi tidak pernah diberi kemudahan oleh Allah. Tapi banyak kisah tentang tukang becak atau pedagang kecil yang uangnya pas-pasan namun dimudahkan ke Tanah Suci oleh Allah SWT. Karena mereka dimampukan oleh Allah Yang Mahakuasa.

More banyuwangAi ...

  • Senangnya Umrah Bersama KeluargaSenangnya Umrah Bersama Keluarga BAGI yang pernah berhaji atau umrah, dua masjid suci (Masjidilharam dan Masjid Nabawi) selalu menghadirkan rindu. Ingin datang lagi ke haramain: Makkah dan Madinah. Ingin tawaf dan sai. […]
  • Lahir di Pesantren, Tetap Setia kepada NKRILahir di Pesantren, Tetap Setia kepada NKRI KALIBARU – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan SMPIT Kalibaru berjalan meriah, Sabtu lalu (9/12). Acara yang digelar bersamaan dengan […]
  • IAI Ibrahimy Sokong Penerjemahan Quran Mushab OsengIAI Ibrahimy Sokong Penerjemahan Quran Mushab Oseng BANYUWANGI – Inisiatif Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Samsudin Adlawi menyusun terjemahan Quran berbahasa Oseng mendapat support dunia pendidikan di Banyuwangi. Setelah sempat […]