Semburan Abu Vulkanik Sampai Banyuwangi

Selain di wilayah Kecamatan Singojuruh, daerah yang terkena dampak abu vulkanik akibat Gunung Agung di Bali yang me­letus itu, juga terjadi di Kecamatan Sempu, Glenmore, dan Tegalsari.

Di Kecamatan Sempu, hujan abu sudah terlihat sejak pagi. Di halaman rumah milik warga dan dedaunan tampak warna abu-abu. “Debunya tidak terlalu tebal, tapi kalau kena mata rasanya juga perih,” cetus Abdul Basir, 45, salah satu warga Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu.

Debu yang diakibatkan dari erupsi Gunung Agung tersebut, mereda setelah daerah di tiga ke­camatan itu diguyur hujan sekitar satu jam kemarin (3/7). “Setelah hujan debunya hilang,” ungkapnya.

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyu­wangi, Fajar Suasana menga­takan, dari hasil pengamatan yang dilakukan Gunung Agung secara visible tertutup kabut, cuaca men­dung dan angin te­nang dengan suhu udara 25 derajat celsius. “Wilayah Banyu­wangi hanya sedikit terimbasnya, karena pergerakan abu vulkanik ini cepat,” katanya.

Jika dari hasil pengamatan data, lanjut dia, Gunung Agung yang sudah mengeluarkan maggot itu, kini malah terjadi gempa. Tapi gempa itu juga tidak terlalu ber­imbas ke wilayah Banyuwangi. “Yang terimbah di wilayah Banyu­wangi itu di Kecamatan Banyu­wangi, Singojuruh, Song­gon, Ro­­go­jampi, dan Blimbinsari, yang lainnya tidak,” terangnya.

Fajar menyampaikan sudah me­nyiapkan beberapa masker untuk masyarakat yang membu­tuhkan. Bila ada warga yang ingin mendapatkan masker itu bisa langsung ke pos-pos yang ada di wilayah Kecamatan Singo­juruh. “Kita siapkan masker, jadi kalau ada orang yang butuh mas­ker, bisa mengambilnya,” jelasnya.

(bw/jpr/rbs/JPR)

 

More banyuwangAi ...