Sayangi Janin, Bumil Sebaiknya Screening Triple Eliminasi

JawaPos.com – Kasus ibu hamil (bumil) yang menolak menjalani module screening triple eliminasi masih banyak. Screening atau pemeriksaan tahap awal tersebut bermanfaat untuk mengetahui adanya penyakit menular pada ibu seperti HIV, sifilis, atau hepatitis. Dengan demikian, dokter bisa menentukan langkah pencegahan agar penyakit tersebut tidak menular pada janin yang dikandungnya.

Hal itu diungkapkan dr Manggala Pascha Wardhana SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi sekaligus staf medis Klinik Divisi Kedokteran Fetomaternal RSUD dr Soetomo, kemarin. Screening itu disebut triple eliminasi karena ada tiga penyakit berbahaya dan menular yang harus dicegah penularannya sedini-dininya.

random post

Manggala menyatakan, bumil enggan memeriksakan diri karena takut menghadapi hasil pemeriksaan. ’’Mereka biasanya takut kalau positif atau takut ketahuan,’’ katanya.

Selain itu, dia mengungkapkan, beberapa bumil merasa segan menjalani screening karena sudah merasa sehat. Padahal, pemeriksaan laboratorium untuk tiga penanda infeksi tersebut telah disediakan dan tidak dibebani biaya sama sekali.

Manggala menegaskan, deteksi dini tersebut merupakan kunci dalam upaya pencegahan penyakit yang bisa ditularkan ibu kepada janin. Jika janin yang dikandung si ibu sudah terinfeksi penyakit menular tersebut, bisa jadi bayi akan sakit setelah dilahirkan. Penyakit tersebut juga bisa mengakibatkan kecacatan sehingga mengurangi kualitas hidup si anak. Risiko tertinggi adalah kematian.

Sebenarnya, risiko-risiko tersebut bisa diatasi sejak dini. Apabila bumil positif mengidap tiga penyakit itu, yang harus dilakukan adalah cepat-cepat memberikan obat yang sudah ditentukan untuk mencegah penularan kepada bayi.

’’Misalnya, untuk HIV, bisa diberikan terapi obat ARV,’’ ucapnya. Selain itu, bisa dilakukan pemeriksaan lebih fact untuk memastikan si janin mendapat kehidupan yang baik. (ika/c5/any)

More banyuwangAi ...

  • Klub Donor Darah RSAH Sumbang 2.000 Kantong DarahKlub Donor Darah RSAH Sumbang 2.000 Kantong Darah GENTENG - Dalam setahun, Klub Donor Darah (KDD) Rumah Sakit Al Huda (RSAH) telah berhasil menyumbangkan lebih dari 2.000 kantong darah. Capaian ini tidak terlepas dari partisipasi aktif […]
  • Sepakat Turunkan Angka Kematian IbuSepakat Turunkan Angka Kematian Ibu Direktur RSUD Blambangan dr Taufiq Hidayat SpAnd mengatakan, tenaga kesehatan diajak untuk lebih berperan aktif menurunkan angka kematian pada ibu, sehingga kita bisa meningkatkan harapan […]
  • Di Kotim, 352 Orang Terinfeksi dan 56 Meninggal Akibat HIVDi Kotim, 352 Orang Terinfeksi dan 56 Meninggal Akibat HIV JawaPos.com – Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim 2011-2019 menunjukkan jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Kotawaringir Timur (Kotim), Kalimantan Tengah […]