Sanggar Tari Banyuwangi Makin Menggeliat

JawaPos.com – Dinas Pariwisata Banyuwangi  semakin serius mengembangkan potensi seni tradisional, protocol Oseng, dan industri kreatif. Para stakeholder yang terkait dengan seni, protocol Oseng, dan industri kreatif dikumpulkan untuk berdiskusi di Sanggar Tari Sayu Sarinah di Dusun Joyosari, Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, kemarin (19/1).

Mereka berkumpul untuk membahas kendala dan hambatan yang sedang dihadapi oleh pengelola seni tradisional dan seni ritual. Dengan mengoptimalkan seni gandrung dan seni protocol melalui industri kreatif, diharapkan dapat mencapai kesejahteraan masyarakat dan perkembangan pariwisata di Banyuwangi.

Dispar Banyuwangi yang berkoordinasi dengan masyarakat pencinta seni kini sudah mengembangkan sebanyak 12 sanggar tari yang ada di Banyuwangi. Beberapa tahun sebelumnya, hanya ada empat sanggar tari yang bertahan.

Namun sekarang banyak sanggar tari yang telah hidup kembali dan terus mengembangkan kesenian asli Banyuwangi. ”Dulu sanggar tari di Banyuwangi bisa diartikan hidup segan mati tak mau. Namun sekarang banyak sanggar tari yang hidup kembali dan semakin mengembangkan kesenian Banyuwangi,” ujar Temu, 65, conductor gandrung.

Isyam Samsi, 40, desainer pakaian batik mengaku, jika pemasaran batik di Banyuwangi kini sudah mulai berkembang. Beberapa jenis batik dari Banyuwangi mulai diminati oleh pasar nasional maupun internasional. ”Saya menggarap batik mulai dari desain hingga menjadi baju batik yang siap dipasarkan. Untuk saat ini kendalanya masih jarang peminat desainer muda yang berperan aktif terhadap perkembangan batik Banyuwangi,” ungkap Isyam.

Plt. Kepala Dispar Banyuwangi MY Bramuda mengatakan, tidak hanya sanggar tari saja yang perlu digenjot untuk meregenerasi dan merangsang para penari muda. Namun, industri kreatif lain seperti sanggar batik, pusat oleh-oleh, dan pengusaha kopi juga harus terus dikembangkan. ”Sudah ada sebanyak 24 sanggar batik yang berkembang di Banyuwangi. Potensi tersebut akan terus digenjot dan berpeluang besar menarik para wisatawan lokal maupun mancanegara,” ucap Bramuda.

 

More banyuwangAi ...

  • Ketipung Jadi Pemanis Para PengamenKetipung Jadi Pemanis Para Pengamen JawaPos.com - Pengamen jalanan tidak hanya mengandalkan gitar selama bernyanyi. Mereka juga membuat ketipung atau kendang paralon."Ketipung ini sebagai pemanis saat lagu dilantunkan. […]
  • Setel Gitar dan Hapal Semua Lagu TrendSetel Gitar dan Hapal Semua Lagu Trend JawaPos.com - Potensi pengamen jalanan tidak bisa dianggap remeh. Sebab, mereka bisa mandiri dengan mengamen.Salah satu kelebihan para pengamen ini, yaitu mereka hapal semua nada. Tak […]
  • Banyuwangi Melengkapi Keliling DuniaBanyuwangi Melengkapi Keliling Dunia KOMEDIAN sekaligus presenter kondang tanah air, Tukul Arwana, menghabiskan akhir pekan di Banyuwangi. Mengajak dua buah hatinya, dia tiba di kabupaten ujung timur Pulau Jawa pada Jumat […]