RS Al Huda Hadirkan Layanan Spesialis Bedah Mulut

Menurut Manajer Pelayanan Medis Rs Al Huda dr Suryadinata, layanan spesialis bedah mulut sudah dikerjakan per 11 Januari 2018 dengan melayani pasien umum, BPJS Kesehatan, dan peserta asuransi lain. Beberapa kasus bedah mulut yang bisa ditangani di antaranya gigi impaksi, patah tulang rahang akibat mishap wajah, dan lain-lain.

Drg Ronny Baehaqi SpBM  menjelaskan, kasus mishap wajah khususnya patah tulang rahang memang sering diakibatkan kecelakaan lalu lintas. Bila tidak tertangani dengan baik, akan berakibat deadly terutama dari sisi fungsi pengunyahan dan estetika wajah, serta bisa memberikan gangguan dan keluhan pasien yang berkepanjangan.

Trauma pada wajah sering melibatkan tulang-tulang pembentuk wajah. Seperti tulang rahang baik rahang atas ataupun rahang bawah. ”Trauma pada wajah membutuhkan perlakuan khusus dan penanganan yang tepat. Karena di samping secara estetika, fungsi wajah juga mendukung beberapa fungsi critical tubuh lainnya, seperti berbicara, bernapas, mengunyah, mencium, dan melihat,” ujarnya.

Ditegaskan, posisinya yang menonjol dan ringkih, rahang bawah (mandibula) paling sering mengalami patah tulang, yang bila tidak tertangani dengan baik, bisa berakibat deadly terutama dari sisi fungsi pengunyahan dan estetika wajah. ”Untuk fungsi mengunyah dan menelan yang baik dibutuhkan tulang rahang yang utuh dan rigid, serta kontak antara gigi geligi di rahang bawah dan atas yang baik (oklusi gigi), ” papar Ronny.

        Dia menambahkan, pada prinsipnya ada dua cara penatalaksanaan patah tulang mandibula, yaitu teknik tertutup dan teknik terbuka. Pada teknik terbuka, proses reposisi dilakukan dengan membuka jaringan, bagian-bagian yang patah difiksasi secara langsung pada tulang dengan memasang plot osteosynthesis.”Untuk teknik ini, biasanya proses penyembuhannya lebih cepat.  Dalam dua hari pascaoperasi penderita sudah bisa mengunyah makanan lunak,” tegasnya.

Pada teknik tertutup, lanjut Ronny, proses reposisi/pengembalian fragmen tulang yang patah dilakukan tanpa membuka jaringan. Perawatan dilakukan dengan menggunakan alat fiksasi maksilo-mandibula(IMF: Inter Maxillary Fixation), berupa arch bar pada gigi geligi. Untuk teknik tertutup, pale cepat dua minggu pasien baru bisa mengunyah.”Teknik tertutup dan terbuka tidak selalu dilakukan sendiri-sendiri/terpisah. Seringkali kedua teknik tersebut dilakukan secara bersama-sama/kombinasi,” tandas dokter Spesialis Bedah Mulut lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini.

Untuk konsultasi terkait penanganan kasus mishap wajah, patah tulang wajah, ataupun kasus bedah mulut dan maksilofasial, bisa konsultasi langsung ke klinik bedah mulut  RS Al Huda di Jalan Raya Gambiran No 225 Genteng.(*/bay/c1)

 

(bw/mls/ics/JPR)

More banyuwangAi ...

  • Dokter Spesialis Praktik Setiap HariDokter Spesialis Praktik Setiap Hari Manajer Pelayanan Medis RS Al Huda dr Suryadinata menyampaikan, layanan dokter spesialis di RS Al Huda meliputi spesialis empat dasar seperti penyakit dalam, anak, bedah, dan kandungan. […]
  • CT Scan Lengkapi Trauma CenterCT Scan Lengkapi Trauma Center Saat emergency, ada golden period (masa emas) untuk menolong agar dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya. Sejak 1 Oktober 2014, RSAH oleh BPJS Ketenagakerjaan ditunjuk sebagai RS Trauma […]
  • RS Krikilan Buka Layanan Poli UrologiRS Krikilan Buka Layanan Poli Urologi Untuk Poli Urologi ini, terang dia, akan buka setiap Jumat mulai pukul 19.00 dan Sabtu mulai pukul 08.00, dan ditangani langsung oleh dokter spesialis Urologi, dr Ogi Bahaurini Gumilar […]