Rp 762 Juta Insentif RT/RW Cair

 Untuk tahap pertama ini, masing-masing ketua RT/RW mendapat jatah Rp 600 ribu per orang. Setelah dipotong pajak, masing-masing ketua RT/RW menerima insentif sebesar Rp 564 ribu per orang.

Insentif tersebut tidak diserahkan secara tunai. Sebaliknya, dana insentif tersebut ditransfer ke rekening masing-masing ketua RT dan ketua RW.

Sementara itu, pada kesempatan penyerahan insentif tersebut, Anas mendorong seluruh ketua RT/RW di Banyuwangi melakukan jemput bola pelayanan publik. Ini dilakukan seiring pelaksanaan Smart Kampung yang menjadikan desa dan kelurahan sebagai sentra pelayanan warga.

Selain itu, Anas juga mengimbau komponen RT/ RW untuk terus meningkatkan kemampuannya. Laju pembangunan desa yang mengarah pada penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), selayaknya juga bisa diikuti oleh segenap komponen masyarakat seperti halnya RT dan RW. ”RT/RW harus belajar. Saat ini, kelurahan dan desa kita dorong untuk memberikan pelayanan jemput bola. Tidak lagi menunggu. Semuanya nanti akan ditunjang dengan IT.  Ini akan menjadi masalah, jika RT dan RW tidak bisa menyesuaikan,” ujarnya. 

Menurut Anas tugas RT/RW sangat berat. RT/RW tidak hanya menjadi pelengkap birokrasi, namun juga harus mampu menjadi bagian yang memiliki peran penting. ”Para Ketua RT/RW juga harus meningkatkan kepedulian dan pengawasannya pada lingkungan sekitar. Mulai dari soal sampah, memonitor aktivitas warga, hingga soal narkoba. Jika semua elemen masyarakat ini bahu membahu, maka semuanya akan mudah,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Anas membagikan insentif untuk 1.271 ketua RT/RW. Tahun 2018 ini, Pemkab Banyuwangi menganggarkan dana sebesar Rp 1,33 miliar untuk 918 ketua RT dan 253 RW dari 28 kelurahan yang ada di Banyuwangi. ”Saya harap dukungan insentif dari pemkab ini bisa meningkatkan kinerja pelayanan pada masyarakat menjadi lebih baik,” kata Anas.

Kepala DPMD Zen Kostolani menambahkan, di Banyuwangi terdapat 12.258 RT/RW. Pada acara tersebut, yang dibagikan adalah insentif RT/RW yang ada di lingkup kelurahan saja. ”Untuk RT/RW yang berada dalam lingkup desa, dana insentif dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Sedangkan RT/RW di lingkup kelurahan, dananya melalui APBD kelurahan,” pungkasnya. (sgt/afi)

 

(bw/sgt/ics/JPR)

More banyuwangAi ...