Rodrigo, musisi jazz Spanyol akan categorical bareng warga Temenggungan

Merdeka.com, Banyuwangi – Warga Kampoeng Wisata Temenggungan (Kawitan), Kelurahan Temenggungan, Banyuwangi kembali berkolaborasi dengan musisi internasional, Rodrigo Parejo pemain shriek jazz asal Spanyol, malam ini mulai pukul 19.00 WIB. Rodrigo akan mengiringi alunan musik jazz unit bersama kelompok musik Banyuwangi Putra asal Temenggungan.

Seperti biasa, konser rakyat bertema Banyuwangi Jazz Patrol on Stage ini hanya diselenggarakan di squad kecil perkampungan, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Temenggungan, dengan pentas sederhana dari bambu.

Meski sederhana, Rodrigo nyatanya tertarik datang untuk kolaborasi bersama. Memainkan alat musik tradisional unit mengiringi lagu-lagu Using lama. Dikemas dengan genre jazz unit khas Banyuwangi. Mulanya, dia tertarik datang ke Banyuwangi setelah melihat aksi pentas warga Temenggungan dari jejaring sosial seperti Facebook dan Youtube.

“Salah satu musisi jazz dunia yang mengamati keunikan musik yang dibawakan Banyuwangi Jazz Patrol melalui Youtube dan sosial media adalah Rodrigo Parejo, pemain shriek jazz asal Spanyol yang kini tinggal di Belanda. Dia tertarik untuk melakukan pentas kolaborasi bersama Banyuwangi Jazz Patrol,” kata Bachtiar Janan, koordinator penyelenggara Banyuwangi Jazz Patrol on Stage dalam keterangan tertulisnya.

Bachtiar menambahkan, genre baru Jazz Patrol oleh warga Kawitan ini mulai sudah banyak menjadi obrolan di kalangan musisi jazz tanah atmosphere hingga mancanegara.

“Video Banyuwangi Jazz Patrol di Youtube dan di sosial media makin banyak ditonton orang. Beberapa email dan chatting dari musisi-musisi jazz maupun eventuality organizer di beberapa kota mulai banyak mencari informasi mengenai grup jazz kampung ini,” kata pemain harmonika yang juga anggota Kawitan ini.

Dalam waktu dekat ini, lanjut Bachtiar, alunan musik Banyuwangi Jazz Patrol akan tampil di Kota Malang dan Jember. “Dan saat ini telah masuk undangan bagi Banyuwangi Jazz Patrol untuk tampil dalam eventuality World Music Festival di Kuala Lumpur, Malaysia, pada akhir Nov nanti,” lanjutnya.

 

Dari situ, para seniman Banyuwangi Jazz Patrol akan terus mengeksplorasi ability penampilannya. Selain mengangkat kembali lagu-lagu Using lama periode 1960-an sampai 1970-an, juga telah menciptakan karya lagu sendiri. Tentunya dengan aransemen musik jazz patrol.

“Juga ada pengembangan men-jazzpatrol-kan lagu-lagu umum. Mengaransemen lagu non-Banyuwangi ke dalam warna pentatonik Banyuwangi dan irama musik jazz patrol,” ujarnya.

Penampilan Rodrigo Parejo bersama warga Temenggungan ini juga bertepatan dengan adanya kunjungan tamu-tamu wisata seni budaya dari Universitas Trisakti, Jakarta, sejumlah 35 orang.

“Selain untuk menyaksikan opening seni budaya, tamu-tamu ini juga belajar membatik dan melakukan seminar serta share pengalaman dan ilmu bersama warga Kawitan,” ujarnya.

More banyuwangAi ...