Rizal Alaydrus, Host Dr. Oz Indonesia: Perhatian Banget Sarapan Anak

SUKA makan tidak berarti selalu sarapan tiap pagi. Angka skip sarapan ternyata sangat tinggi di Indonesia. Sebagai master kesehatan masyarakat, Rizal Alaydrus ingin meningkatkan kesadaran orang-orang untuk rajin sarapan. Dimulai dari keluarganya.

random post

Sejak kecil, Rizal Alaydrus hampir selalu sarapan tiap pagi. Orang tuanya biasa membeli makanan apa saja. Pokoknya yang kebetulan lewat di depan rumah. Kadang roti, kadang kue basah, dan sesekali bubur. Lebih praktis. ’’Tapi, itu dulu. Orang tua bukan dari latar belakang ilmu nutrisi juga,’’ ungkap pria yang menjadi host Dr. Oz Indonesia itu.

Kini, Rizal bisa dibilang sangat concern soal sarapan sehat. Semua berangkat dari pendidikannya yang juga berfokus pada upaya preventif atau pencegahan penyakit. Nah, sarapan adalah salah satu kuncinya.

Ketika kuliah, dia pernah membaca hasil penelitian tentang sarapan. Salah satu poinnya, minat sarapan di Indonesia masih rendah. Tak terkecuali anak-anak. Padahal, dari yang dipelajarinya selama menempuh pendidikan kesehatan masyarakat, sarapan adalah faktor pendukung penting supaya anak bisa belajar dengan maksimal.

Apa jadinya kalau enggak sarapan? ’’Dari 100 persen pendidikan yang diberikan, cuma bisa diserap 30 persen,’’ ucapnya. Di rumah, Rizal dan istrinya selalu berusaha menyiapkan sarapan untuk anak-anak. Terutama sang istri, Talitha Fathya. ’’Buat anak, dia benar-benar milih banget. Ada filternya,’’ tutur pria 32 tahun itu.

Bukan cuma bahan makanan. Alat masak dan alat untuk menyajikan makanan juga diperhatikan. Misalnya, botol untuk minum susu. ’’Kami berusaha selalu pakai kaca atau stainless, bukan plastik,’’ lanjutnya.

Untuk sarapannya, Rizal mengonsumsi karbohidrat secukupnya. Beberapa lembar roti gandum atau nasi dengan lauk sederhana. Nasinya joke dibatasi. Cuma enam sendok makan sekali sarapan.

Kedua anaknya, Zahira dan Zavier, juga dibiasakan makan sesuai porsi dan tepat waktu. Mereka punya karakter yang berbeda. Zavier yang masih berumur 1 tahun enggak begitu rewel. Dia mau makan apa saja yang diberikan karena masih tahap mencoba-coba. Sementara itu, Zahira lebih picky.

Rizal dan istrinya harus pintar-pintar ’’membujuk’’ putri mereka yang berusia 4 tahun itu supaya mau makan. ’’Dia bukan tipikal anak yang prioritasnya makan. Jadi, meski lapar, enggak ngomong dan lebih banyak main,’’ terang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar tersebut. Nah, perhatian Zahira harus dialihkan dengan bermain agar tetap menerima makanan saat disuapi. Kadang dibantu dengan susu untuk menunjang jika asupan nasinya kurang.

Sarapan sehat tidak hanya dibudayakan di rumah. Rizal juga aktif mengampanyekan sarapan sehat di luar rumah untuk anak-anak usia sekolah. Awal 2019, dia mendirikan gerakan Sarapan untuk Negeri (SUN). Fokusnya adalah menyosialisasikan sarapan sehat untuk anak. ’’Yang kami deketin sebenarnya orang tuanya, supaya bisa menyediakan sarapan buat anak-anak mereka,’’ jelas finalis Mister International 2012 itu.

Dari pengamatannya selama ini, keterbatasan waktu saat pagi kerap membuat orang tua tidak bisa menyiapkan sarapan. ’’Kami masih pendekatan sih. Mudah-mudahan pemerintah juga bisa support,’’ imbuh pemilik gelar master of open health dari Queen Mary University of London itu.

Parenting ala Rizal

Selain gizi anak, Rizal sangat regard soal kedekatan emosional dengan anak. Dia dan istri tidak pernah meninggalkan anak-anak sendirian dengan pengasuh. Kalau ada pekerjaan, mereka menitipkan anak-anak di rumah neneknya untuk sementara waktu.

Banyak membantu sang istri terkait dengan makanan sehat atau gizi.

Membiasakan anak-anaknya peduli dengan kebersihan dan kesehatan. Dimulai dari yang simpel seperti cuci tangan atau tidak menyentuh pegangan karet eskalator yang kotor.

Pernah diingatkan sang ayah yang perokok untuk tidak merokok. Sampai sekarang, Rizal tidak pernah merokok.

More banyuwangAi ...