Ratusan Unggas di Banyuwangi Mati karena Flu Burung

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Ratusan unggas di Banyuwangi mati mendadak sejak dua bulan terakhir. Dari hasil tes yang dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Laboratorium Kesehatan Malang serta Balai Besar Veteriner Yogyakarta, unggas tersebut positif terjangkit pathogen fu burung.

Nahroni, salah satu peternak itik di Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, mengatakan, dari 700 itik yang ia pelihara, 500 ekor di antaranya mati secara bergantian selama dua bulan terakhir. Jumlahnya semakin meningkat sejak seminggu terakhir.

“Gejalanya sama matanya biru terus pagi pagi kepalanya goyang berputar putar terus mati. Sudah diobati tapi tidak berhasil malah semakim banyak yang mati,” kata Nahroni kepada Kompas.com, Sabtu (12/3/2016)

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Banyuwangi Bambang Sugiyanto menjelaskan, dari hasil tes cepat, diketahui bahwa penyebab ayam mati secara mendadak karena terinfeksi pathogen influenza burung.

“Kalau ayamnya positif influenza burung, sedangkan sampel itik akan dibawa ke Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta. Laboratorium Kesehatan Hewan Malang ternyata tadi sudah terbukti bahwa hasilnya benar–benar seperti diduga semula bahwa hasilnya influenza burung yang menyebabkan matinya itik dan entok,” kata Bambang kepada Kompas.com.

Untuk mengantisipasi penyebaran unggas yang terjangkit influenza burung, Dinas Peternakan melarang unggas dari desa terjangkit diperjualbelikan keluar kawasan hingga tidak ditemukan lagi unggas yang mati dengan gejala serupa.

 

More banyuwangAi ...