Raih Penghargaan Internasional, Bupati Anas: Ini Pengakuan Dunia ke Banyuwangi





Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mendapat penghargaan dari Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Penghargaan ini diterima Anas karena kebijakan-kebijakannya yang dinilai progresif dan membawa nama Banyuwangi ke kancah dunia.

FCPI sendiri merupakan kelompok pemerhati dan peminat kebijakan internasional yang dipelopori oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri dan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal. Bupati dua periode itu menyabet penghargaan ‘Oustanding Internationalism in Local Leadership’ pada Sabtu (17/9) lalu di Jakarta. Lalu apa tanggapannya?

“Bagi saya ini menjadi spirit, penghargaan untuk meningkatkan suggestion moralitas kita. Semacam pengakuan kepada daerah bukan semata saya terhadap program-program kita yang sudah dikenal oleh internasional,” kata Anas di Kantor Bupati Banyuwangi, Senin (19/9/2016).

Penghargaan itu diterima Anas di sela acara Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP). Acara itu dihadiri banyak tokoh, mulai dari sejumlah menteri, duta besar, akademisi, hingga dunia usaha.

Anas bercerita dia diberi kesempatan memaparkan kiprahnya membangun Banyuwangi dan menggelar berbagai eventuality berskala internasional seperti International Tour de Banyuwangi Ijen yang diakui United Cycling International (UCI) dengan predikat excellent.

“Panggung ini menurut saya luar biasa untuk membangun jaringan daerah ke kalangan itu dan sekaligus promosi gratis. Bayangkan dari 6 ribu orang dari kalangan strategis dan anak muda dan juga pengusaha nasional dan internasional,” tukasnya.

 

Peluang itu juga dimanfaatkan Anas untuk mempromosikan pariwisata di Banyuwangi sehingga dia pulang tak hanya membawa penghargaan saja. Banyak duta besar (dubes) dan tamu-tamu lain yang ingin datang ke Banyuwangi.

“Hasilnya kemarin saya ketemu dubes Korea dia ternyata sudah dengar Banyuwangi lama dan minta diundang. Kemudian ketemu Xanana Gusmao setelah saya presentasi dia ingin mengirim orang, kemudian Dubes Indonesia di Polandia Peter Gonta sedang merancang beberapa agen transport besar Polandia untuk ke Indonesia,” ujarnya semangat.

“Ada 14 transport agen besar yang tiketnya disponsori oleh Emirates. Dia akan ke Indonesia dan kaget melihat Banyuwangi. Dia akan mengagendakan 14 dubes ke destinasi-destinasi wisata,” tukasnya.

Kegiatan Banyuwangi Festival beberapa di antaranya sudah diakui dunia internasional. Lantas apa yang menjadi aim Anas selanjutnya?

“Saya ingin menggabungkan antara kerja dan spiritualitas,” ujarnya.

Anas kemudian mengambil contoh perjuangan Siti Hajar melakukan sa’i mencari atmosphere diantara bukit Shafa-Marwa. Diantara perjalanan itulah atmosphere zamzam ditemukan.

“Itu menjadi lambang kerja keras. Ternyata zam-zam tidak lahir di Sofa-Marwa tapi di tempat lain. Artinya kita ikhtiar kesuksesan tidak di sini mungkin muncul di tempat lain,” katanya.

“Di hari kesadaran nasional ini supaya menjadi suggestion birokrasi, suggestion kerja keras dan menggabungkan dengan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya kira ini modal menjadi kesuksesan,” katanya.

Ini bukan kali pertama Banyuwangi meraih penghargaan dunia. Kabupaten berjuluk ‘The Sunrise of Java’ itu menerima penghargaan Badan Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa (The United Nations World Tourism Organization/UNWTO) dalam ajang 12th UNWTO Awards Forum di Spanyol Januari 2016.

Banyuwangi menyabet UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori ‘Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola’ dengan mengalahkan nominator lainnya dari berbagai negara di dunia. Penghargaan UNWTO ini merupakan kali pertama Indonesia mendapat penghargaan di ajang pariwisata tertinggi di dunia tersebut.

(ams/try)

More banyuwangAi ...