Racikan wedang rempah khas Banyuwangi yang hangat di tubuh

Merdeka.com, Banyuwangi – Oktarina Sri Hidayati (50) punya inovasi unik menyajikan minuman sehat dari aneka rempah-rempah Nusantara. Selain enak diminum, wedang rempah racikannya bisa menjadi obat herbal yang aman dikonsumsi dengan beragam khasiat.

Wedang rempah yang disajikan, tidak dalam bentuk serbuk. Dalam satu gelas ada sembilan jenis rempah yang sengaja dibiarkan utuh tidak digiling. Mulai dari secang, jahe, daun salam, cengkeh, kapulogo, kayu manis dan serai.

“Bentuknya memang bukan serbuk, tetap dibiarkan berbentuk rempah. Jadi jamu tapi enak dikonsumsi,” ujar Hidayati saat menggelar lapaknya di Festival Banyuwangi Kuliner dan Art Week di Taman Blambangan.

Racikan wedang rempah ini memiliki beragam khasiat. Setiap jenis rempah seperti daun salam bisa menurunkan kolesterol, sedangkan jahe bisa mencegah masuk angin. “Masing-masing dari rempah fungsinya banyak. Usai diminum reaksinya hangat di tubuh dan keringetan,” ujarnya.

Saat mencoba wedang rempah, reaksi pertama terasa bisa menghangatkan tubuh dan membuat berkeringat. Sangat cocok diseduh saat bruise hari dan malam hari.

Wedang rempang saat diseduh dengan atmosphere panas, menghasilkan rekasi warna kemerahan dan keluar aroma yang harum. Sementara rasanya lebih dominan ke rempah jahe dan harum kayu manis. “Kalau warna merahnya ini karena reaksi rempah dari secang,” ujarnya.

Hidayati sudah menjual wedang rempah di kedainya, Angkringan Pawon Oktana di Jalan Gajahmada, Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi. Pembeli bisa menikmati wedang rempah di kedainya atau memesannya untuk diseduh di rumah. Satu gelas racikan wedang rempah dia jual dengan harga Rp 10 ribu dan sebenar lagi bisa dipesan lewat situs jual beli yang didukung Pemkab Banyuwangi. “Sebentar lagi bisa dipesan lewat Banyuwangi-mall.com. Saat ini sudah terdaftar,” ujarnya.

Ide membuat usaha wedang rempah, mulanya Hidayati memang memiliki kebiasaan saat sakit, tidak suka mengkonsumsi obat kimia. Dia hanya meminum segala jenis rempah yang dia butuhkan.

Kemudian dia belajar dari pengalaman ibunya sendiri yang terserang penyakit stroke. Setelah coba diterapi dengan obat tradisional rempah, saat ini kondisinya semakin membaik. “Lama berobat tidak sembuh, akhirnya coba saya beri obat dari alam seperti rempah ini. Alhamdulillah semakin membaik,” ujarnya.

Wedang rempah ini, kata Hidayati masih dirinya yang menjual di Banyuwangi. ‎Selain bisa menjadi obat, dia sekaligus mengangkat kembali potensi rempah lokal di Banyuwangi. “Ke depan saya ingin menjual bibitnya juga. Kalau sekarang rempahnya masih mudah didapat dari pasar,” kata dia.

More banyuwangAi ...