Puluhan Pejabat Setneg dan LAN Serap Semangat Inovasi di Banyuwangi





Banyuwangi
Sebanyak 50 pejabat dari Kementerian Sekretarian Negara dan Lembaga Administrasi Negara menjadi peserta diklat kepemimpinan (Diklatpim) III di Banyuwangi.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Sekretariat Negara, Samidi Fahrudin mengatakan beberapa hal yang mendasari mereka untuk melakukan benchmarking ke Banyuwangi adalah karena sejumlah inovasi yang dilahirkan kabupaten ini.

“Kami melihat daerah ini selalu punya ada cara untuk mengembangkan daerahnya di tengah keterbatasan yang dimiliki suatu daerah. Kreativitas dan inovasinya terus mengalir,” ujar Samidi kepada wartawan, Selasa (18/9/2018).

Samidi joke berharap usai melihat langsung bagaimana Banyuwangi menjalankan roda pemerintahannya, maka wawasan para peserta akan terbuka.

“Kami berharap kehadiran mereka di Banyuwangi akan membuat wawasan mereka terbuka, sehingga mampu menciptakan proyek perubahan di tempat mereka bekerja. Intinya, inovasi,” kata Samidi.

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Akademis dan Pembinaan Alumni Pusdiklat Kepemimpinan Aparatur Nasional Lembaga Administrasi Negara, Giri Saptoaji.

“Kreativitas Banyuwangi menjadikan daerahnya seperti saat ini juga perlu kita contoh. Bisa kita lihat bagaimana puluhan festival yang menarik digelar dan berhasil menarik wisatawan berbondong ke Banyuwangi. Kami ingin agar peserta diklat memiliki kreativitas seperti Banyuwangi dalam menyelesaikan setiap problem di tempat kerjanya,” tandas Giri.

Selama di Banyuwangi, seluruh peserta Diklatpim mengunjungi sejumlah lokus di mana module inovatif diselenggarakan seperti Mal Pelayanan Publik Banyuwangi.

Kunjungan juga dilakukan di kantor Dinas Pendidikan di mana peserta mendapatkan paparan tentang inovasi di bidang pendidikan mulai dari Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Uang Tabungan – Uang Saku – dan Uang Transpor Sekolah bagi Siswa Miskin, dan Gerakan Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh).

Peserta juga berkesempatan mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) untuk mengetahui lebih dalam tentang module Smart Kampung yang menjadikan desa sebagai ujung tombak pelayanan publik berbasis teknologi komunikasi dan informatika (TIK).

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan Pemkab Banyuwangi membuka diri bagi siapapun yang ingin belajar tentang inovasi-inovasi yang mereka lakukan.

“Kami menyediakan laboratorium untuk belajar berbagai hal. Kami juga ingin saling berbagi module inovatif yang dilakukan daerah lain. Karena itu kami mempersilahkan siapapun bisa belajar di sini,” ujar Anas saat menemui para peserta diklat.

(lll/lll)


<!–

polong.create({
target: ‘thepolong’,
id: 57
})

–>

More banyuwangAi ...