PSSI Anulir Kelolosan Persewangi Banyuwangi Ke ‘Play-Off’ Liga 2


LIPUTAN   ABI YAZID     DARI   MALANG    


PSSI memutuskan untuk menganulir kelolosan Persewangi Banyuwangi ke babak play-off Liga 2 grup H yang akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 9-15 Oktober 2017. Menyusul, Persewangi harus menjalani lebih dulu play-off khusus melawan PSBK Blitar.

Awal dari kisruh Persewangi dan PSBK ini berawal dari klasemen akhir grup 6 Liga 2 yang disusun oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB). Pada saat itu, Persewangi berada di peringkat keempat di atas PSBK dengan sama-sama mengoleksi 18 poin, namun Persewangi unggul dalam hal selisih gol.

Keputusan itu didasarkan pada hasil pertandingan kedua tim. Di mana pada pertemuan pertama PSBK sanggup menang 2-0 di Blitar, sementara ketika berlaga di Banyuwangi gantian Persewangi menang dengan skor 2-1. Perlu diketahui, aturan di Liga 2 apabila kedua klub terjadi nilai sama, maka secara berurutan yang dihitung adalah conduct to conduct lebih dulu baru selisih gol.

Pada aturan itu secara jelas PSBK unggul conduct to head, karena unggul dalam hal gol tandang atas Persewangi. Namun persepsi yang mendasari keputusan dasar dari PT LIB, conduct to conduct dari kedua tim dinilai sama, karena mereka saling mengalahkan. Tak terima dengan keputusan itu, PSBK akhirnya melakukan protes kepada PSSI dan bandingnya diterima.

 

Pada surat yang dikirimkan oleh Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria kepada direktur utama PT LIB Berlinton Siahaan dijelaskan, tertera ada kesalahan informasi dan koordinasi inner di PT LIB mengenai kasus ini. Keadaan ini membuat PSSI akhirnya memutuskan laga play-off khusus antara Persewangi melawan PSBK yang bakal digelar di Stadion Kanjuruhan, 10 Oktober mendatang.

Akibat dari adanya keputusan ini, pertandingan play-off grup H yang mempertemukan PSIM Yogyakarta, Persipur Purwodadi, dan PSCS Cilacap mesti menunggu hasil dari laga play-off khusus tersebut. Sehingga jadwal categorical ditunda menjadi tanggal 12, 15, dan 18 Oktober.

“Kami menerima informasi lisan seperti itu, tetapi surat resmi dari PSSI masih belum ada hingga Minggu (8/10) siang,” ucap Abdul Haris, ketua penyelenggara pertandingan play-off Liga 2 grup H kepada Goal Indonesia.

Haris menjelaskan, ditundanya pertandingan ini menyebabkan segala persiapan kepanpelan menjadi berantakan. Itu karena, pihaknya harus menambah hari untuk menyewa transportasi, akomodasi, perubahan stadion, hingga koordinasi ulang dengan berbagai pihak terkait.

“Kami harus melakukan perubahan, pertandingan terakhir yang rencananya memilih Stadion Brantas Batu sebagai pendamping digantikan Stadion Gajayana. Di sisi lain, kami juga harus melakukan koordinasi ulang dengan keamanan, medis, dan kelengkapan pertandingan termasuk koordinasi dengan suporter yang bakal divided ke Malang,” terang pria yang juga menjadi ketua panpel Arema FC ini.(gk-48)

 

More banyuwangAi ...