Proyek Rabat 300 Meter, Dikerjakan 150 Meter

BANYUGLUGUR – Proyek fisik desa jika ditelisik satu persatu sepertinya banyak yang bermasalah. Entah itu karena kurangnya volume, pengerjaannya asal-asalan, dan lain sebagainya. Satu demi satu mulai muncul di permukaan.

Salah satunya yang kini dikabarkan bermasalah adalah proyek rabat di Desa Lubawang Kecamatan Banyuglugur. Misyar, wakil ketua BPD Desa Lubawang mengatakan, proyek tersebut dikerjakan sepanjang 150 meter. Padahal, panjangnya seharusnya 300 meter.

Misyar mengaku, panjang volume tersebut diketahuinya karena ikut dalam perencanaan. Karena itu, dia heran ketika yang dikerjakan hanya 150 meter. “Dananya bersumber dari DD (Dana Desa),” katanya.

Selain rabat, ada juga proyek MCK. Misyar mengaku, di beberapa RT tidak selesai hingga saat ini. Di antaranya, di RT/03 dan RT/08. Padahal, MCK di RT yang lain bisa diselesaikan tepat waktu. “Di dua RT ini amburadul,” imbuhnya.

Misyar berharap agar ada penyelesaiannya. Dia meminta kepada Pemkab Situbondo untuk turun mengecek langsung pekerjaan proyek fisik di Desa Lubawang. “Kalau memang bisa diselesaikan, agar dikerjakan lagi karena ini kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ahmad Junaidi, Kepala Desa Lubawang membenarkan adanya proyek rabat yang panjangnya tidak sesuai dengan seharusnya. Akan tetapi dia memastikan akan dikerjakan semuanya hingga tuntas. “Saya pastikan seratus persen selesai. Apalagi pak camat menekankan kepada saya harus selesai,” katanya.

Junaidi mengaku, kendalanya, anggarannya terlambat dicarikan. Uangnya tidak langsung cair seluruhnya dari pemerintah. “Pencairanya belakang. Desa se Kecamatan Banyuglugur banyak yang tidak cair,” katanya.

 

Dia menambahkan, dari segi kualitas, proyek rabat tersebut dikerjakan sudah bagus. “Sudah sesuai dengan ketentuan. Kalau tidak percaya, bisa cek langsung,” katanya panjang lebar.

Terkait dengan MCK yang juga dikabarkan bermasalah, Junaidi mengatakan, memang ada yang belum selesai. Akan tetapi lebih banyak yang sudah tuntas. “Sudah selesai 99 persen,” pungkasnya.

More banyuwangAi ...

  • Plengsengan Ambrol Timpa Rumah JandaPlengsengan Ambrol Timpa Rumah Janda JawaPos.com – Sebuah bangunan rumah sangat sederhana milik seorang janda di Lingkungan Payaman RT 02, RW 02, Kelurahan/ Kecamatan Giri, Banyuwangi, nyaris rata dengan tanah, kemarin. […]
  • Atap Galvalum Melayang Timpa RumahAtap Galvalum Melayang Timpa Rumah JawaPos.com - Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang kawasan permukiman warga di Jalan Kampar, Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri. Sebuah atap dari rangkaian baja ringan […]
  • Warga Minta Sungai Gonggo DisodetWarga Minta Sungai Gonggo Disodet Menurut Sunarto, banjir yang ada di daerahnya itu sudah menjadi langganan. Setiap turun hujan deras, di sejumlah titik selalu banjir. “Sejak setahun lalu warga minta ada sodetan di Sungai […]